Temui Kabareskrim, Satgas Anti Pembajakan Minta Situs Film Bajakan Ditindak

Anindya Legia Putri    •    18 September 2015 15:39 WIB
film indonesia
Temui Kabareskrim, Satgas Anti Pembajakan Minta Situs Film Bajakan Ditindak
Satgas Anti Pembajakan, Once Mekel, Marcella Zalianty temui Kabareskrim (Foto:Metrotvnews.com/Anindya Legia P)

Metrotvnews.com, Jakarta: Dalam upaya menangani masalah pembajakan hak cipta di industri musik dan perfilman, pada 5 Agustus 2015, Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) membentuk Satuan Tugas Penanganan Pengaduan Pembajakan Karya Musik dan Film (Satgas Anti Pembajakan).

Satgas Anti Pembajakan dibentuk guna mendampingi pengaduan pembajakan, memonitor tindak lanjut pengaduan, dan melakukan edukasi publik untuk meningkatkan apresiasi publik terhadap karya orisinal.

"Tadi kami baru saja berkoordinasi dengan bapak Anang Iskandar (Kabareskrim) untuk menindaklanjuti aduan Satgas Anti Pembajakan beserta anggota profesional di bidang musik dan film yang kami nilai sudah sangat mengkhawatirkan. Bareskrim mau membantu soal ini agar lebih berjalan. Kami ingin 25 situs film yang sudah dilaporkan Kemenkominfo segera ditindaklanjuti. Ada enam situs yang akan ditindakpidana karena membandel setelah diblokir, membuat situs bayangan," papar Ketua Satgas Anti Pembajakan, Ari Juliano Gema, saat ditemui di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Jumat (18/9/2015).

Baca juga: 22 Situs Film Bajakan Ditutup Kemenkominfo

Atas aduan tersebut, Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bambang Waskito, berjanji menindak tegas laporan yang disampaikan oleh Satgas Anti Pembajakan.

"Kami baru saja mengadakan pertemuan dan sangat senang karena dibentuknya Satgas ini. Saya komitmen untuk membantu, karena atas laporan tersebut para pembajak bisa kita tuntut pidana. Karena selama ini hanya laporan melalui surat, tidak ada alat bukti. Nanti akan lebih efektif meningkatkan kualitas penyidikan bukan hanya soal DVD, kaset, film, tapi juga musik," papar Bambang.

Persatuan Artis Penyanyi Pencipta Lagu dan dan Pemusik Republik Indonesia (PAPPRI) memaparkan, pada tahun 2013 kerugian akibat pembajakan musik rekaman mencapai Rp4 triliun per tahun.

Ini sejalan dengan data Asosiasi Industri Rekaman Indonesia (ASIRI) bahwa sejak 2007, musik bajakan telah menguasai 95,7 persen pasar. Sementara, musik legal penjualannya hanya 4,3 persen di Indonesia.

Tak hanya menggrogoti industri musik, pembajakan juga turut menghantui industri perfilman. Berdasarkan perhitungan Asosiasi Produser Film Indoenesia (APROFI), pembajakan karya film yang dilakukan terhadap satu film saja melalui bioskop, televisi, digital, dan home video, mengakibatkan kerugian potensial sekitar Rp4,3 miliar. Apabila dihitung, untuk 100 film maka kerugian potensial mencapai Rp437,5 miliar.


(ROS)

Hadapi Barcelona, Chelsea Harus Tampil 120%
Jelang Chelsea vs Barcelona

Hadapi Barcelona, Chelsea Harus Tampil 120%

1 day Ago

Pelatih Chelsea Antonio Conte tidak memungkiri bahwa laga melawan Barcelona akan jadi laga yang…

BERITA LAINNYA
Video /