Petahana `Suap` Polisi Berkedok Hibah

M Rodhi Aulia    •    21 September 2015 16:27 WIB
pilkada serentak
Petahana `Suap` Polisi Berkedok Hibah
Komisioner Kompolnas M. Nasser. (ANTARA FOTO/Rosa Panggabean)

Metrotvnews.com, Jakarta: Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) mengingatkan polisi mewaspadai pemberian hibah yang dijanjikan kepala daerah jelang pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak. Pemberian hibah biasanya dilakukan petahana.
 
"Hibah-hibah yang diberikan petahana jelang pilkada perlu diwaspadai," kata Komisioner Kompolnas M. Nasser dalam seminar yang bertajuk 'Implementasi Ilmu Kepolisian pada Pola Pengamanan Polri Guna Mendukung Terselenggaranya Pilkada Serentak 2015 secara Aman dan Tertib' di Auditorium Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian, Jakarta Selatan, Senin (21/9/2015).
 
Menurut dia, polisi harus bertindak netral dan imparsial dalam Pilkada. Polisi diharamkan memihak kepada pasangan calon tertentu. "Polisi haram hukumnya memihak," Nasser menegaskan.
 
Nasser meminta anggaran untuk seluruh rangkaian pengamanan Pilkada dipenuhi. Kata dia, persoalan anggaran menentukan keberlangsungan pengamanan yang efektif dan efisien.
 
"Bahaya kalau anggaran tidak cukup. Kita punya pengalaman kurang anggaran, saat pilpres 2014. Sangat berbahaya kalau ada ketergantungan pada pihak ketiga, atau menerima dana dari incumbent," ujar dia.
 
Berdasarkan catatan yang ia miliki, ada 13 calon petahana yang berusaha memberikan hibah kepada polisi . "Ini harus diwaspadai," kata Nasser tanpa merinci 13 petahana yang dimaksud.


(FZN)

Hadapi Qarabag, Chelsea Darurat Penyerang
Jelang Qarabag vs Chelsea

Hadapi Qarabag, Chelsea Darurat Penyerang

1 hour Ago

Chelsea tak akan bisa memainkan empat pemain saat bertamu ke Baku Olympic Stadium, markas Qarab…

BERITA LAINNYA
Video /