Kurangi Ketergantungan Dolar, RI Sudah Jalankan Bilateral Swap Aggrement

Eko Nordiansyah    •    21 September 2015 20:10 WIB
bank indonesia
Kurangi Ketergantungan Dolar, RI Sudah Jalankan Bilateral Swap Aggrement
BI. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

Metrotvnews.com, Jakarta: Gubernur Bank Indonesia (BI), Agus Martowardojo mengungkapkan sudah mengantisipasi ketergantungan terhadap mata uang USD dengan melaksanakan transaksi bilateral dengan beberapa partner dagang dengan menggunakan mata uang domestik masing-masing negara.

"Hal ini sejalan dengan rencana pemerintah dan BI yang sudah punya bilateral swapaggrement," ujarnya saat rapat dengan Komisi XI DPR, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Selatan, Senin (21/9/2015).

Agus menjelaskan, beberapa negara yang telah melakukan bilateral swap aggrement dengan Indonesia adalah Tiongkok senilai USD15 miliar, Jepang USD22 miliar, Korea Selatan USD12 miliar dan negara ASEAN dengan transaksi kurang dari USD2 miliar.

Dengan adanya perjanjian tersebut, maka negara yang melakukan transaksi bisa menggunakan mata uang negara masing-masing untuk pembayaran perdagangannya.

"Ini memungkinkan kami transaksi dagang antar negara dengan tidak gunakan US dolar tapi gunakan mata uang masing-masing negara," terangnya.

Dirinya menambahkan, dengan adanya bilateral swap aggrement itu, maka akan mengurangi kebutuhan negara-negara untuk dolar Amerika Serikat.

"Maka (adanya bilateral swap aggrement) mengurangi kebutuhan USD,"pungkasnya.



(SAW)

Timnas Indonesia U-16 Siap Lawan Laos di Laga ke-4 Grup G

Timnas Indonesia U-16 Siap Lawan Laos di Laga ke-4 Grup G

3 hours Ago

Timnas U-16 hanya membutuhkan hasil seri di laga terakhir penyisihan Grup G saat menghadapi Lao…

BERITA LAINNYA
Video /