BI Kembali Ubah Asumsi Kurs Jadi Rp13.700-Rp13.900/USD

   •    22 September 2015 08:57 WIB
rapbn 2016
BI Kembali Ubah Asumsi Kurs Jadi Rp13.700-Rp13.900/USD
Ilustrasi. (FOTO: AFP/ADEK BERRY)

Metrotvnews.com, Jakarta: Bank Indonesia (BI) kembali mengubah rentang asumsi kurs rupiah di Rancangan APBN 2016 dengan menaikkan batas bawah sehingga menjadi Rp13.700-Rp13.900 per USD dari sebelumnya di rentang Rp13.400-Rp13.900 per USD.

Gubernur BI Agus Martowardojo dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR di Jakarta, Senin (21/9/2015) malam, seperti dikutip dari Antara, memperkirakan tekanan pada defisit transaksi finansial karena ketidakpastian ekonomi global masih akan berlanjut setidaknya hingga kuartal I-2016.

"Kita melihat kondisi kuartal I-2016 masih Rp14 ribu per USD setelah tertekan terus di kuartal III-2015 karena ekspektasi suku bunga The Fed. Namun ada penguatan sedikit di kuartal II-IV 2016 di Rp13.700-Rp13.900 per USD," ujar dia.

Agus mengatakan dinamika perekonomian global karena spekulasi kenaikan suku bunga bank sentral AS The Fed, devaluasi Yuan Tiongkok, dan penurunan harga komoditi akan memicu tekanan terhadap aliran modal ke dalam negeri. Sebaliknya, tekanan itu pula rentan mendorong dana keluar.

Secara tahun kalender berjalan hingga 18 September 2015, kata Agus, dana asing yang masuk ke pasar modal dan obligasi pemerintah turun menjadi hanya sekitar Rp39 triliun dari periode sama di 2014 sebesar Rp170 triliun.

"Namun kita juga meyakini tertekannya transaksi finansial ini karena gejolak ketidakpastian suku bunga The Fed. Setelah tekanan mulai mereda, kami lihat sampai 2016 bisa jadi lebih baik," tambahnya.

Menurut Agus, dalam pernyataan hasil sidang Komite Pasar Terbuka The Fed pekan lalu, terdapat indikasi bahwa bank sentral AS baru akan menaikkan suku bunganya jika inflasi di kisaran 2,0 persen. Dengan salah satu indikator itu, terdapat perkiraan suku bunga The Fed baru akan dinaikkan pada 2017.

"Jadi ada indikasi sulit dicapai, kemungkinan akan ditunda di 2017, ketidakpastian akan terus berjalan," paparnya.

Meskipun masih terdapat tekanan pelebaran defisit untuk transaksi finansial, secara umum, Agus menilai defisit transaksi berjalan akhir 2015 dapat ditekan hingga 2,2 persen dari Produk Domestik Bruto. Angka itu turun dibanding defisit pada 2014 yang masih dekat di kisaran tiga persen terhadap PDB.

"Hingga kuartal II-2014, defisit 4,2 persen terhadap PDB. Sekarang 2,1 persen. Ini bagus," kata dia singkat.

Sementara itu, BI mempertahankan perkiraan pertumbuhan ekonomi Indonesia di rentang 5,2-5,6 persen pada 2016. Adapun pemerintah menurunkan asumsinya menjadi 5,3 persen dari 5,5 persen di 2016.


(AHL)

Ronaldo: Real Madrid Tidak Takut PSG
Liga Champions 2017--2018

Ronaldo: Real Madrid Tidak Takut PSG

3 days Ago

Cristiano Ronaldo menegaskan dia dan rekan setimnya tidak takut jika harus berhadapan dengan Pa…

BERITA LAINNYA
Video /