Ritham Madubun, Mantan Pemain Timnas, Tutup Usia

- 01 Agustus 2013 05:16 wib
MI/M Irfan/vg
MI/M Irfan/vg

Metrotvnews.com, Jakarta: Mantan pemain timnas di era 1990-an Ritham Madubun meninggal dunia pada Kamis (1/8).

Kabar mengenai meninggalnya pemain yang mengawali kariernya di Persipura Jayapura itu diketahui dari pesan yang dilansir adik Ritham Madubun, Bento Madubun, di akun Facebook Persipura Wave.

"Kakak saya, Ritham Madubun, telah meninggal dunia karena stroke pada pukul 02.00 WIT di Tual, Maluku Selatan. Mohon maaf atas segala salahnya. Mohon dukungan doa untuk Ritham," tulis Bento.

"Saat Persipura memastikan juara yang ke-4 kalinya, kita kehilangan salah satu legenda Persipura," imbuh Bento.

Selain bermain untuk Persipura, Ritham juga pernah membela Persija Jakarta, PSM Makassar, Persikota Tangerang, Pelita Jaya, PSPS Pekanbaru, Persma Manadao, dan Persitara Jakarta Utara.

Di tingkat timnas, Ritham pernah tampil di ajang Piala Asia 1996 dan Pra-Piala Dunia 1997.

Pria kelahiran Kepulauan Kai, Maluku Tenggara pada 1 April 1971 itu meninggalkan seorang istri dan empat anak.

()

INGGRIS
SPANYOL
JERMAN
INDONESIA

Mata Najwa: Melawan Arus

02 September 2014 21:09 wib

Mata Najwa: Perbedaan pendapat merupakan hal yang umum terjadi dan dijamin kebebasannya dalam UU negara. Namun ternyata di negara demokratis ini, perbedaan pendapat dan pandangan justru sulit diterima di sejumlah partai politik.  Sejumlah anggota yang memilih untuk melawan arus, harus menghadapi resiko menerima sanksi.  Reformasi dalam partai politik pun seakan tak berbunyi. Sebagai pilar demokrasi, partai politik malah jadi sumber masalah. Kaderisasi tak berjalan, hanya mencari kawan yang sepaham, sementara idealism tak lagi diusung ke depan.   Namun sikap para politikus pun harus ditelaah.  Apakah keberpihakan mereka memang sungguh mengikuti hati nurani, mendengar suara rakyat dan idealisme atau hanya membungkus sikap pragmatis. Mata Najwa mengundang politikus senior Lily Wahid yang pernah membuat gebrakan di PKB. Lily melawan kebijakan partai saat duduk di kursi DPR, menggugat kasus Century dan mengusung hak angket mafia pajak. Serta Yusuf Supendi yang terus mengkritisi ketidak-adilan elit partai yang didirikannya, PKS. Dari jalur politik terkini, hadir pula sebagai narasumber politikus partai Demokrat, Ruhut Sitompul, politikus partai Gerindra, Harris Indra dan politikus partai Golkar, Nusron Wahid. Ketiganya menghadapi situasi yang berbeda-beda, meski sama-sama melawan arus kebijakan partainya dengan mendukung Jokowi. Pengamat politik, Yunarto Wijaya juga hadir untuk memberikan gambaran mengenai kondisi partai politik Indonesia saat ini.  Saksikan selengkapnya hanya di Mata Najwa, Rabu 3 September 2014 pukul 20:05 WIB di Metro TV.