Serikat Pekerja JICT Laporkan RJ Lino ke KPK

Yogi Bayu Aji    •    22 September 2015 11:24 WIB
pelindo
Serikat Pekerja JICT Laporkan RJ Lino ke KPK
Serikat Pekerja Jakarta International Container Terminal (JICT) demo ke KPK,--Foto: MTVN/Yogi Bayu Aji

Metrotvnews.com, Jakarta: Serikat Pekerja Jakarta International Container Terminal (JICT) menggeruduk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Mereka bermaksud melaporkan Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia II R. J. Lino.

Pantauan Metrotvnews.com, sekitar 240 pekerja JICT tiba di Gedung KPK, sekitar pukul 10.25 WIB, Selasa (22/9/2015). Mereka langsung menggelar aksi menyampaikan aspirasinya terkait dugaan korupsi perpanjangan konsesi JICT oleh Pelindo II kepada Hutchison Port Holding (HPH).

"Dalam Surat Dewan Komisaris Pelindo II Nomor 68/DK/PI.II/III-2015 tanggal 23 Maret 2015 dinyatakan, harga JICT setara dengan USD854 juta. Jadi, dengan uang penjualan Hutchison USD215 juta maka sahamnya hanya 25 persen, bukan 49 persen seperti diusulkan Dirut Pelindo lewat konsultannya Deutsche Bank selama ini. Jika, saham Hutchison dipaksakan 49 persen, ada kerugian negara sebesar USD212 juta atau hampir sekitar Rp3 triliun," kata Ketua Serikat Pekerja JICT Nova Sofyan Hakim, di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Selasa (22/9/2015) pagi.

Menurut dia, angka penjualan ini jauh lebih rendah dibandingkan nilai yang muncul pada 1999 ketika JICT pertama kali diprivatisasi, yakni USD243 juta, dan jumlahnya setara dengan keuntungan JICT dalam dua tahun. Dia menilai, ada potensi pendapatan Rp35 triliun yang hilang saat JICT dijual oleh Lino.

"Alibi Lino soal market yang akan dibawa pergi HPH merupakan pembodohan publik. Kita semua tahu bahwa volume petikemas ekspor impor ditentukan oleh perdagangan internasional antar Indonesia dengan negara lain, bukan operator asing seperti Hutchison," jelas dia.

Nova memaparkan, wacana penjualan JICT sudah dimulai Lino sejak 27 Juli 2012 melalui surat HK.566/14/2/PI.II-12 kepala CEO Hutchison. Hal ini, kata dia, janggal mengingat kontrak baru akan berakhir pada 2019.

Lino, lanjut dia, juga melanggar good corporate governance dengan berbohong soal tender terbuka. "Iklan perpanjang konsesi JICT pada 8-9 Agustus 2014 di beberapa media nasional seperti Kompas, Bisnis Indonesia, dan lain-lain, memberitahukan bahwa perpanjangan konsesi JICT tidak ditender,"  jelas dia.

Dia mengungkapkan, Lino telah menerima gratifikasi berupa suvenir senilai Rp50 juta dari Managing Director Hutchison Canning Fok. Pemberian terjadi setelah final meeting perpanjang konsesi JICT di Hong Kong, 25 Juni 2015.

Serikat Pekerja, kata dia, heran dengan Lino yang mereka anggap telah mengkerdilkan bangsa sendiri karena tidak memberi kesempatan anakbangsa mengelola gerbang ekonomi nasional JICT. Mereka berpendapat, Lino seharusnya bisa menjadikan kepentingan nasional menjadi pertimbangan utama dalam mengambil keputusan strategis.

"Toh Lino sudah dapat global bond USD1,6 miliar untuk bangun proyek-proyeknya, lantas untuk apa JICT sebagai gerbang ekonomi kedaulatan ekonomi nasional dijual untuk 20 tahun ke depan?" pungkas Nova.


(MBM)

Siapa Lolos, Siapa Tersingkir di <i>Matchday</i> 5? Ini Hitung-hitunganya!
Liga Champions 2017--2018

Siapa Lolos, Siapa Tersingkir di Matchday 5? Ini Hitung-hitunganya!

2 hours Ago

Sebanyak 12 tim berpeluang mengikuti jejak empat tim yang sebelumnya sudah lebih dulu lolos ke …

BERITA LAINNYA
Video /