Atasi Perbedaan Hari Raya, Muhammadiyah Tawarkan Kalender Islam Internasional

Desi Angriani    •    22 September 2015 13:33 WIB
muhammadiyah
Atasi Perbedaan Hari Raya, Muhammadiyah Tawarkan Kalender Islam Internasional
Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah,--Foto: MI/Arya Manggala

Metrotvnews.com, Jakarta: Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir menawarkan penggunaan kalender Islam internasional kepada pemerintah. Hal itu guna mengatasi perbedaan hari raya bagi umat Muslim di Indonesia.

"Kuncinya itu kita belum punya kalender hijriah internasional. Itu yang ditawarkan Muhammadiyah," ujar Haedar di Istana Negara, Jalan Veteran, Jakarta, Selasa (22/9/2015).

Menurutnya, selama kalender Islam internasional belum digunakan perbedaan pelaksanaan hari raya akan tetap berlangsung. Karena itu, ia berharap pemerintah menjamin hak konstitusi pelaksanaan ibadah bagi semua umat Muslim di Tanah Air.

"Ke depan kita akan menuju itu. Butuh proses. Tapi selama kita belum menemukan titik temu itu, kalau ada perbedaan harus tetap menghargai," imbuh dia.

Muhammadiyah merayakan Idul Adha 1436 Hijriah satu hari lebih awal dari yang ditetapkan pemerintah. Muhammadiyah menetapkan Idul Adha, pada Rabu 23 September 2015.

Sementara pemerintah menetapkan 10 Dzulhijjah 1436 Hijriah tepat pada 24 September 2015. Penetapan ini dilakukan setelah Kementerian Agama melakukan rukyat untuk melihat bulan baru atau hilal di sejumlah daerah, Minggu 13 September 2015 malam.


(MBM)


Messi Bicara Final Liga Champions dan Kepergian Zidane dari Madrid
Lionel Messi

Messi Bicara Final Liga Champions dan Kepergian Zidane dari Madrid

1 week Ago

Kapten timnas Argentina itu tak memedulikan berapa pun hasil yang diraih Madrid dalam menghadap…

BERITA LAINNYA
Video /