Hakim Pengadilan Tipikor Tolak Eksepsi Kaligis

Yogi Bayu Aji    •    22 September 2015 14:06 WIB
oc kaligis tersangka
Hakim Pengadilan Tipikor Tolak Eksepsi Kaligis
Kaligis di kursi pesakitan---MI/Rommy Pujianto

Metrotvnews.com, Jakarta: Nota keberatan atau eksepsi dari Otto Cornelis Kaligis, terdakwa suap hakim Pengadilan Tata Usaha Negara Medan, ditolak Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi. Sidang atas perkara tersebut pun bakal dilanjutkan dengan pemeriksaan saksi-saksi.

"Menolak eksepsi terdakwa dan tim penasihat hukum O.C. Kaligis, menyatakan sah menurut hukum surat dakwaan penuntut umum, memerintahkan penuntut umum untuk melanjutkan pemeriksaan perkara," kata Hakim Ketua Sumpeno saat membacakan putusan sela di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan H.R. Rasuna Said, Selasa (22/9/2015).

Menurut dia, nota keberatan yang diucapkan Kaligis dan tim penasihat hukumnya tak beralasan. Pasalnya, jelas Hakim, uraian tindak pidana sudah terpapar jelas dalam dakwaan yang ditulis JPU.

"Penuntut umum telah membuat surat dakwaan cermat, jelas, dan lengkap. Penuntut umum menguraikan kronologis tindak pidana," jelas Hakim Anggota Tito Suhud.

Hakim juga tak menggubris ucapan Kaligis soal anak buahnya M. Yagari Bhastara yang disebutnya sebagai pelaku suap utama dalam eksepsinya. "Menimbang terhadap dalil eksepsi, eksepsi tersebut tidak beralasan karena menyangkut pokok perkara," ujar Hakim Anggota Alexander Marwata.

Majelis Hakim juga mengesampingkan keluhan Kaligis soal perlakuan penyidik KPK. "Menurut hemat Majelis, dalil-dalil yang dikemukakan terdakwa di luar ketentuan eksepsi yang diatur Pasal 156 KUHAP," sambung dia.

O.C. Kaligis sebelumnya didakwa secara bersama-sama menyuap hakim dan panitera PTUN Medan sebesar USD27 ribu dan SGD5 ribu. Fulus diberikan dengan maksud mempengaruhi putusan atas permohonan pengujian kewenangan Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara.

Gugatan ini berkaitan dengan penyelidikan dugaan tindak pidana korupsi Dana Bantuan Sosial, Bantuan Daerah Bawahan, Bantuan Operasional Sekolah, tunggakan Dana Bagi Hasil, dan Penyertaan Modal pada sejumlah BUMD. Kasus ini disebut-sebut menyeret pejabat di Pemerintahan Provinsi Sumut.

Atas perbuatannya, Kaligis diancam pidana dalam Pasal 6 Ayat 1 huruf a atau Pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP juncto Pasal 64 Ayat 1 KUHP.


(TII)

Ronaldo: Real Madrid Tidak Takut PSG
Liga Champions 2017--2018

Ronaldo: Real Madrid Tidak Takut PSG

1 day Ago

Cristiano Ronaldo menegaskan dia dan rekan setimnya tidak takut jika harus berhadapan dengan Pa…

BERITA LAINNYA
Video /