Kampanye Tatap Muka Jadi Masukan buat Paslon Partai NasDem

Husen Miftahudin    •    22 September 2015 17:27 WIB
rakernas nasdem
Kampanye Tatap Muka Jadi Masukan buat Paslon Partai NasDem
Indikator Politik Indonesia, Hendro Prasetyo (kanan) memberikan pembekalan kepada calon kepala daerah dalam Rakernas Partai NasDem, di JCC, Jakarta, Selasa (22/9/2015).--Foto: MI/Ramdani

Metrotvnews.com, Jakarta: Kampanye Pemilihan kepala daerah (Pilkada) tak ubahnya sebuah perang. Setiap calon yang akan berlaga harus memiliki strategi untuk mencapai kemenangan. Strategi-strategi jitu harus dirumuskan dengan memahami kondisi riil lapangan.

Demikian dikatakan peneliti utama Indikator Politik Indonesia, Hendro Prasetyo. Hendro menyebut, ada dua strategi dalam kampanye, yakni serangan darat dan udara.

Serangan darat merupakan strategi yang dilakukan pasangan calon (paslon) dengan bertemu langsung para pemilih. Sedangkan serangan udara lewat spanduk dan baliho dengan menampilkan kandidat sesuai keinginan.

Menurut dia, serangan darat strategi paling efektif dalam meningkatkan elektoral Pilkada dibanding serangan udara. Hal ini karena paslon dapat lebih membumi dengan para pemilih karena ada kedekatan secara personal.

"Serangan darat merupakan upaya untuk mendekati pemilih secara personal dan pemilih lebih merasa dimanusiakan. Daya pikatnya melebihi serangan udara karena serangan darat melakukan pertemuan lagsung dari kandidat ataupun tim sukses yang mewakili," ujar Hendro saat memberi Pembekalan Paslon Partai NasDem di JCC Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (22/9/2015).

Meski begitu, serangan udara menggunakan media spanduk dan baliho untuk memperkenalkan paslon harus juga dilakukan, demi menambah daya pikat kepada pemilih. Apalagi, serangan udara tak mengeluarkan banyak biaya meski efek elektoralnya belum tentu menjanjikan sang kandidat dipilih.

Hendro menyarankan, sisa waktu dua bulan menghadapi Pilkada Serentak nanti, paslon harus mengelaborasi serangan darat dan serangan udara. Hal ini juga untuk menghindari biaya yang tinggi. Sebab serangan udara membutuhkan waktu yang cukup panjang dan biaya mahal agar efektif.

Ia mengandaikan, serangan darat membutuhkan biaya hingga Rp3 miliar untuk menjangkau 400 ribu pemilih. Perhitungannya, biaya seorang relawan per hari sebesar Rp50 ribu untuk mau bekerja penuh, berarti sebulan butuh Rp1,5 juta dan dua bulan membutuhkan Rp3 juta.

"Katakan, dengan target mendatangi 10 pemilih setiap hari dan kita punya 1.000 (relawan), maka dalam dua bulan butuh Rp3 miliar dengan jangkauan 400 ribu pemilih dengan asumsi mereka bekerja full. Itu pun belum menghitung ongkos lainnya, karena ini hanya ongkos transportasinya saja," paparnya.

Ia menambahkan, "Maka itu, dalam dua bulan paslon harus mengelaborasi serangan agar lebih berdampak elektoral. Selain itu, lakukan kampanye prioritas dengan pemilih yang terpilah. Karena pemilih itu tidak homogen, melainkan heterogen yang berbeda berdasar status, pendidikan, marga, desa, dan lain sebagainya. Untuk itu pastikan pemilih yang akan disasar secara prioritas."


(MBM)

Ronaldo: Real Madrid Tidak Takut PSG
Liga Champions 2017--2018

Ronaldo: Real Madrid Tidak Takut PSG

1 day Ago

Cristiano Ronaldo menegaskan dia dan rekan setimnya tidak takut jika harus berhadapan dengan Pa…

BERITA LAINNYA
Video /