Tipu Lembaga Kementrian, Tiga Orang Dicokok Bareskrim

Lukman Diah Sari    •    22 September 2015 18:54 WIB
penipuan
Tipu Lembaga Kementrian, Tiga Orang Dicokok Bareskrim
Kepala Subdirektorat Politik dan Dokumen Dittipidum Bareskrim Polri Kombes Rudi Setiawan. Foto: MI/Arya Manggala.

Metrotvnews.com, Jakarta: Tiga orang dicokok penyidik Direktorat Tinda Pidana Umum (Dittipidum) Bareskrim Polri yakni AS alias P, AS, dan AA karena menipu pejabat negara. Tiga orang ini diringkus karena menipu dan memalsukan dokumen dengan target pejabat di lembaga negara.

"Jadi (pemalsuan) surat-surat itu di kirim ke lembaga-lembaga. Dengan disertai pengiriman uang ke sejumlah rekening," ujar Kepala Subdirektorat Politik dan Dokumen Dittipidum Bareskrim Polri Kombes Rudi Setiawan di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Selasa (22/9/2015).

Komplotan ini menggunakan dalih undangan seminar dan pelatihan. Korban yang mendapatkan undangan ini nantinya akan mengirimkan sejumlah uang sebagai biaya pendaftaran.

Surat undangan penipuan itu disertai dengan nomor telepon untuk memastikan kehadiran pada acara. Momen ini dimanfaatkan komplotan ini untuk mempengaruhi korban agar mengirimkan sejumlah uang.

Komplotan ini mengaku mendapatkan contoh surat dan alamat lengkap lembaga negara dari mesin pencari di internet. "Mereka mendapat contoh surat, nomor faks alamat email lembaga negara pakai pencari internet," ujarnya.

AS alias P merupakan pimpinan kompolotan. Ia berperan untuk membuat surat undangan palsu dan menerima telepon dan mengarahkan korban untuk mengirim sejumlah uang.

Sedangkan tersangka lainnya bertugas untuk mengirim surat undangan melalui surat elektronik dan membuat rekening yang digunakan menampung sejumlah uang yang dikirimkan korban.

Ketiga tersangka itu dicokok di kediamannya, di Bekasi, Jawa Barat. Dari situ, penyidik berhasil menyita sejumlah barang bukti, yakni satu bundel surat palsu, uang tunai Rp 6 juta, satu unit laptop, 90 kartu ATM berbagai bank, 25 ponsel, 4 unit motor dan satu unit sepeda.

Selanjutnya, para tersangka dikenakan Pasal 26r KUHP dan atau Pasal 378 KUHP juncto Pasal 55 ayat (1) ke satu KUHP. "Dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara," tukas Rudi.

Diketahui, lembaga negara yang menjadi korbannya antara lain Mahkamah Agung, Badan Koordinasi Penanaman Modal, Kementerian Keuangan, Kementerian Kehutanan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kementerian Pertanian, Kementerian Kelautan dan Perikanan, dan Kementerian Perhubungan.


(DRI)


Nostalgia Kiper Klub Liga Inggris di Piala AFF 2018
Piala AFF 2018

Nostalgia Kiper Klub Liga Inggris di Piala AFF 2018

12 minutes Ago

Kembalinya Etheridge ke Piala AFF ditandai dengan hasil positif. Filipina berhasil meraih kemen…

BERITA LAINNYA
Video /