27 Warga Brebes Jadi Korban Wisuda Abal-abal di Tangerang

Kuntoro Tayubi    •    22 September 2015 21:12 WIB
pendidikan
27 Warga Brebes Jadi Korban Wisuda <i>Abal-abal</i> di Tangerang
Suasana belajar di TK Bisma Desa Limbangan, Kecamatan Kersana, Brebes, Jawa Tengah. Foto: Metrotvnews.com/Kuntoro Tayubi

Metrotvnews.com, Brebes: Pengelola STT Telematika Cakrawala Brebes, Suhud Ali, mengaku belum berani menghentikan kegiatan perkuliahan sejak digerebek tim Kementerian Ristek saat melakukan wisuda di Tangerang.

“Kami belum tahu mau diberhentikan atau tidak, belum ada instruksi dari pusat. Kami kan motivasinya untuk meningkatkan SDM,” kata Suhud Ali saat dihubungi melalui telepon oleh Metrotvnews.com, Selasa (21/9/2015).

Ali menjelaskan, kegiatan perkuliahan sudah berlangsung selama empat tahun. Wisuda yang dilakukan di Gedung Universitas Terbuka Tangerang itu merupakan wisuda angkatan pertama bagi 27 mahasiswa yang mengikuti kegiatan perkuliahan di Brebes.

“Kalau untuk perkuliahan tidak dipungut biaya. Namun, saat wisuda setiap mahasiswa dibebani masing-masing Rp4 juta,” katanya.

Ali mengaku jika nanti harus dihentikan maka puluhan mahasiswanya akan dimasukkan ke Universitas Terbuka (UT). Selama ini, proses kegiatan perkuliahan mahasiswa STT Telematika Cakrawala di Kabupaten Brebes dilaksanakan dengan menumpang di gedung Taman Kanak-Kanak (TK) Bisma di Desa Limbangan, Kecamatan Kersana.

Proses perkulihan dilakukan di tempat dengan fasilitas yang minim. Di TK Bisma itu tidak ada fasilitas selayaknya sebuah gedung perkuliahan. Hanya ada satu ruang aula dengan satu papan tulis. Di dalamnya juga hanya terdapat meja ukuran kecil untuk anak-anak TK.

Selain melakukan kegiatan perkuliahan yang jadwalnya tidak jelas, di TK itu pula pengelola STT Telematika Cakrawala mengurus administrasi para mahasiswanya.


(UWA)