Banser Dikerahkan Jaga Salat Idul Adha Warga Muhammadiyah

M Rodhi Aulia    •    23 September 2015 02:11 WIB
Banser Dikerahkan Jaga Salat Idul Adha Warga Muhammadiyah
Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) dan Ketua GP Ansor Nusron Wahid. (Foto:Antara/Fanny Kusumawardhani)

Metrotvnews.com, Jakarta: Gerakan Pemuda Ansor mengerahkan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) untuk menjaga kemanan Salat Idul Adha. Penjagaan itu khusus untuk warga Muhammadiyah yang berada di daerah rawan pergesekan karena perbedaan.

"Ansor sudah perintahkan Banser untuk bahu membahu dengan KOKAM Pemuda Muhammadiyah. Ini sikap untuk menghormati dan mengamankan Sholat Idul Adha warga Muhammadiyah," kata Ketua Umum GP Ansor Nusron Wahid dalam siaran pers yang diterima Metrotvnews.com, Selasa (22/9/2015).

Muhammadiyah menetapkan tanggal 23 September sebagai hari pelaksanaan Salat Idul Adha tahun 146 Hijriah. Sementara pemerintah memilih tanggal 24 September, Nusron menilai perbedaan ini harus dihormati dan dihargai.

"Perbedaan itu rahmat dan hak warga negara dalam menyakini sebuah keyakinan agama. Kita wajib hormati dan junjung tinggi," tukas dia.

Nusron menjelaskan, perbedaan dalam menetapkan tanggal pelaksanaan Idul Adha, maupun Idul Fitri adalah suatu keniscayaan mengingat metode yang dipakai berbeda. Muhammadiyah menetapkan pelaksanaan hari raya tersebut berdasarkan metode hisab.

Sedangkan pemerintah bersama-sama dengan Nahdlatul Ulama menggunakan metode ru'yah. "(Dua metode berbeda ini) sama-sama diyakini kebenarannya. Untuk itu, dalam menyikapi perbedaan itu, harus saling menghormati dan menghargai," ujar dia.

Kalau perbedaan ini disikapi secara tenang sebagai hal yang biasa saja, lanjut Nusron, tentu rakyat juga tenang menjalaninya. Dengan demikian, Ansor ingin menunjukkan bahwa perbedaan ini bukanlah masalah, dan seharusnya tetap bahu-membahu dan saling menghormati.

Nusron pun berharap agar semua pihak, khususnya para ulama bisa melihat secara jernih perbedaan ini. Tidak perlu dibesar-besarkan, apalagi dengan saling memojokkan yang akan memancing reaksi di kalangan warga.

"Bahkan, bagi warga juga bisa mendapat hikmahnya secara langsung dari sikap saling menghormati ini. Karena para warga bisa ikut mendapatkan berkah kurban baik di hari tanggal 23 September maupun di hari tanggal 24 September," tukasnya.

Umat Islam wajib menunjukkan rasa saling menghargai dan menghormati satu sama lain. Hal ini tidak hanya berlaku di internal umat Islam saja, akan tetapi antaragama. Selama perbedaan itu masih sesuai dengan konstitusi yang berlaku.
(DRI)