Fahri Surati MKD untuk Rahasiakan Pengusutan Kasus Setya-Trump

Surya Perkasa    •    23 September 2015 11:57 WIB
donald trump
Fahri Surati MKD untuk Rahasiakan Pengusutan Kasus Setya-Trump
Surat Fahri untuk MKD----MTVN/Surya

Metrotvnews.com, Jakarta: Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menyurati Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) supaya merahasiakan pengusutan kasus kunjungan pimpinan Dewan ke Amerika Serikat. Kasus yang menyandung Setya Novanto dan Fadli Zon ini dinilai Fahri tidak boleh diungkap karena masih diproses.

"Sesuai dengan tata cara pemeriksaan pelanggaran Kode Etik yang mengharuskan MKD dan pendukungnya untuk menjaga kerahasiaan proses pemeriksaan," begitu sebagian isi surat yang ditandatangani Fahri yang beredar, Rabu (23/9/2015).

Fahri menegaskan, proses pemeriksaan dan pengusutan kasus pelanggaran kode etik harus dirahasiakan. Sebab, ada aturan yang mengatur hal itu, yakni Pasal 10 dan Pasal 15 Peraturan DPR Nomor 2 Tahun 2015 tentang Tata Beracara MKD menjadi dasar argumentasi Fahri.

Surat ini dilayangkan Fahri pada 17 September 2015 dengan nomor surat PW/13895/DPR RI/IX/2015. Fahri juga menyoroti kisruh Sekretaris Jenderal DPR yang enggan datang dalam pemeriksaan MKD.

Fahri mengakui, MKD memiliki kewenangan untuk memanggil pihak terkait untuk dimintai keterangan. Pimpinan menyadari Sekjen DPR perlu dipanggil, namun dia menyayangkan MKD membongkar proses penanganan perkara ke publik.

"Perlu diingatkan agar proses penanganan perkara dilaksanakan sesuai dengan tata cara," tegas dia.

Surat yang dilayangkan Fahri ini menggunakan kop surat Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia. Dia juga mengatasnamakan pimpinan DPR dalam melayangkan surat ke MKD ini.


 


(TII)