Peneliti UGM: Sapi Stres Hasilkan Daging Kecut

Patricia Vicka    •    23 September 2015 21:02 WIB
idul adha
Peneliti UGM: Sapi Stres Hasilkan Daging Kecut
Ilustrasi. Foto: MTVN/Ismail

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Sudah menjadi tradisi masyarakat Indonesia untuk memberi daging kurban di hari Idul Adha. Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan para pemotong sapi agar mendapatkan hasil yang maksimal.

Peneliti hewan dari UGM Nanung Danar Dono mengatakan sapi yang hendak dipotong harus dijaga suasana hatinya. Sapi tidak boleh dibuat stres, panik dan ketakutan.

"Sapi harus dibuat rileks, tak capek dan tak panik. Karena, sapi itu hampir mirip manusia. Kalau dia stres dan capek akan ada timbunan asam laktat di ototnya. Saat dipotong nanti dagingnya akan terasa kecut (asam)," kata Nanung melalui sambungan telepon di Yogyakarta, Rabu (23/9/2015).

Suasana hati sapi yang panik, cemas dan ketakutan memengaruhi kelembutan daging sesudah disembelih. "Sapi kalau panik dan takut, asam laktatnya naik sehingga dagingnya akan jadi alot (keras)," kata dia.

Proses penyembelihan pun tidak sembarangan dan ada aturannya. "Saat disembelih, biarkan jantung memompa darah hingga berhenti sendiri. Tunggu sampai jantung berhenti memompa darah dan jangan diinterupsi dengan memotong di tempat lain sebelum jantung berhenti berdetak," ujarnya.

Setelah dipotong daging harus segera dimasukkan ke dalam plastik bening atau putih dan jangan diletakkan di tempat terbuka yang terkena sinar matahari langsung.

"Daging bisa awet hingga delapan jam kalau penanganannya benar. Setelah disembelih, segera masukkan daging ke dalam plastik dan bagikan ke masyarakat. Alasi tempat dengan plastik agar tidak terkontaminasi kuman dan kotoran. Segera potong kecil-kecil dan masukkan ke dalam pendingin," katanya.


(UWA)

Thiago Alcantara Cedera Serius
Anderlecht vs Bayern Muenchen

Thiago Alcantara Cedera Serius

1 hour Ago

Kemenangan Bayern Muenchen atas Anderlecht pada matchday kelima Liga Champions 2017 -- 2018 diw…

BERITA LAINNYA
Video /