Makanan yang Memicu Radang

   •    25 September 2015 10:33 WIB
kesehatan
Makanan yang Memicu Radang
Daging merah bisa memicu radang. (foto:wired.co.uk)

Metrotvnews.com, South Carolina: Makanan tertentu bila disantap ternyata dapat memicu peradangan. Menurut penelitian University of South Carolina, peradangan yang disebabkan tinggi lemak dan gula, punya risiko lebih besar meninggal lebih cepat ketimbang orang yang rutin makan buah dan sayuran.

Kebanyakan, seseorang yang meninggal karena peradangan disebabkan kanker saluran pencernaan. Maka dari itu, Anda perlu tahu menyantap makanan berikut sama saja Anda meningkatkan risiko terkena radang.

1. Minyak sayur
Meskipun tidak memiliki lemak tak jenuh, peneliti Universitas Toronto menemukan bahwa minyak sayur memiliki asam lemak omega-6 yang dikaitkan dengan peradangan dan peningkatan risiko penyakit arteri koroner. Sebagai gantinya, lebih baik Anda beralih menggunakan minyak zaitun. 

2. Biji-bijian yang dihaluskan
Selain itu, University of Toronto juga mengklaim apabila mengunyah kue, roti, kerupuk dan makanan kemasan lainnya meningkatkan kadar protein inflamasi, plasminogen activator inhibitor tipe 1 (PAI-1), yang disebutkan dapat mengembangkan diabetes tipe 2.

3. Makanan cina
Masakan cina cenderung mengandung MSG atau yang lebih dikenal dengan mecin, yang secara signifikan menyebabkan obesitas, penyakit hati dan diabetes tipe 2. Apalagi mengonsumsinya sekitar 5 gram perhari, efeknya jauh lebih parah. MSG biasanya mengintai saus, kaleng kaldu dan sup serta salad.

4. Softdrink
Penelitian Swiss, mengemukakan jika pria muda yang minum dua kalem minuman bersoda lebih mungkin terkena protein reaktif yang merupakan tanda dari peradangan. Parahnya, ini akan memicu penyakit jantung, serangan stroke yang naik hingga 109 persen. Ubah kebiasaan ini dengan minum air jeruk.

5. Daging merah
Menyantap makanan yang dikemas dengan lemak jenuh mengurangi potensi anti-inflamasi dari kolesterol baik sehingga merusak fungsi pembuluh darah. Akibatnya, Anda mudah terserang hipertensi dan penyakit jantung, menurut para peneliti Australia. Jadi, kurangi menyantap steak mulai sekarang. (Sumarni/ Prevention)


(LOV)