Tragedi Mina 2015

Kemenag Benarkan Informasi Dua Warga Probolinggo Meninggal di Mina

Muhammad Khoirur Rosyid    •    25 September 2015 11:16 WIB
tragedi mina 2015
Kemenag Benarkan Informasi Dua Warga Probolinggo Meninggal di Mina
Tim medis menangani korban luka akibat tragedi Mina, AFP

Metrotvnews.com, Surabaya: Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Jawa Timur (Jatim) membenarkan dua warga Probolinggo meninggal dalam tragedi Mina, Mekkah, Kamis 24 September. Kedua korban bernama Hamid Alwi bin Parji dan Nero Sa'i bin Astro.

"Keduanya berusia sekitar 50 tahun," kata Kepala Bidang Haji Kantor Wilayah (Kanwil) Kementrian Agama (Kemenag) Jatim, Muhammad Sakur, di Surabaya, Jumat (25/9/2015).

Sakur mengatakan, informasi itu disampaikan langsung Kedutaan Besar Indonesia di Arab Saudi. Untuk sementara, kata Sakur, informasi yang didapat menyebutkan dua warga Jatim meninggal dalam kejadian tersebut.

Sakur mengatakan belum mendapat kabar warga Jatim yang mengalami luka dalam peristiwa itu. "Sampai saat ini belum ada kabar lagi. Kami masih menunggu kabar selanjutnya," ujarnya.

Informasi terakhir menyebutkan bahwa kejadian mengenaskan yang terjadi di Mina itu menewaskan 717 orang dan melukai 863 orang. Tiga di antara korban meninggal adalah warga negara Indonesia (WNI).

Peristiwa berdarah itu terjadi saat jutaan orang melakukan prosesi lempar jumrah di Mina. Hingga berita ini dimuat, sebanyak 717 orang meninggal dan 863 lainnya terluka. Tiga di antara korban meninggal itu adalah warga Indonesia.

Ini adalah insiden kedua berdarah selama pelaksanaan haji di Mekkah tahun ini. Sebelumnya, pada 12 September 2015, sebuah crane jatuh dan menimpa Masjidil Haram serta menewaskan 109 jemaah termasuk dari Iran.

Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz mengumumkan penyelidikan atas tragedi di Mina. Dia memberikan instruksi untuk mengkaji ulang semua pengaturan demi meningkatkan penyelenggaraan serta mengatur pergerakan jemaah yang melaksanakan ibadah haji. Raja yang menggantikan Raja Abdullah yang wafat itu, mengharapkan penyelidikan bisa memberikan hasil secepat mungkin.


(RRN)


Video /