OKI Didesak Ambil Alih Pengelolaan Mekkah dan Madinah

Astri Novaria    •    25 September 2015 16:34 WIB
tragedi mina 2015
OKI Didesak Ambil Alih Pengelolaan Mekkah dan Madinah
AFP Photo

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah Arab Saudi dinilai gagal menjaga marwah Kota Mekkah dan Madinah sebagai khadimul haramain (pelayan tamu Allah). Organisasi Konferensi Islam (OKI) layak mengambil alih pengelolaan dua kota suci itu.

"Kita semua berharap agar wajah Mekkah sebagai simbol keagungan dan wibawa Kakbah sebagi simbol kesucian bisa dikembalikan oleh OKI," kata anggota DPR dari Fraksi PDI Perjuangan (PDIP), Said Abdullah, di Jakarta, Jumat (25/9/2015).

Menurut Said, kesucian Kota Mekkah telah pudar. Mekkah berubah menjadi kota metropolis tanpa budaya Islam. "Wajah Mekkah menjadi wajah batu dan sudah tidak ramah bagi tamu Allah," ujarnya.

Dia menilai, Kakbah dan Masjidil Haram tenggelam oleh jam gadang (Mecca Royal Watch) yang dibanggakan Pemerintah Arab Saudi. Untuk itu, kesucian kedua kota ini  harus dikembalikan seperti sedia kala.

"Jika diambil alih oleh OKI maka kita harapkan kembalinya situs-situs Islam peninggalan Rasulullah dan para sahabat. Jangan biarkan raja-raja Saudi yang tak punya mandat dari rakyatnya merusak dua kota suci tersebut," tegasnya.

Said menilai pelaksanaan haji tahun ini paling buruk. Sebelumnya, crane jatuh. Ratusan orang jadi korban. Kamis siang waktu setempat, calon haji desak-desakan di Mina. Setidaknya 717 orang meninggal karena terinjak.

"Pemerintah Arab Saudi harus bertanggung jawab sebagai khadimul haramain," tuturnya.

Pertanggungjawaban Arab Saudi tidak cukup dalam bentuk kompensasi uang bagi korban. Lebih dari itu, sebagaimana tuntutan negara muslim agar dilakukan internasionalisasi Mekkah dan Madinah di bawah naungan OKI.

"Umat Islam seluruh dunia datang ke Arab Saudi bukan untuk mati, tetapi melaksanakan rukun Islam kelima," kata Said.


(TRK)


Video /