JK Pamer Pembangunan Berkelanjutan Indonesia di PBB

Yogi Bayu Aji    •    26 September 2015 08:17 WIB
jusuf kalla
JK Pamer Pembangunan Berkelanjutan Indonesia di PBB
Wakil Presiden Jusuf Kalla memberikan sambutan pada acara Seminar Tingkat Tinggi tentang Isu Terkini Kependudukan dan Pembangunan di Indonesia di Jakarta, Senin (21/9). ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga

Metrotvnews.com, New York: Wakil Presiden M. Jusuf Kalla mengatakan sebenarnya pembangunan berkelanjutan yang dicanangkan Perserikatan Bangsa-Bangsa sudah dikerjakan oleh pemerintah Indonesia. Misalnya saja, kata dia, soal pengentasan kemiskinan dan perbaikan pendidikan.

"Sekali lagi program pemerintah itu sama dengan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals) PBB, intinya mengintegrasikan program internasional itu ke dalam program pemerintah," katanya usai menghadiri upacara Pembukaan KTT Pembangunan Berkelanjutan 2015 di Markas Besar PBB New York, Amerika Serikat, Jumat (25/9/2015).

Menurut dia, hal yang diperlukan Indonesia adalah menajamkan dalam program-program pengentasan kemiskinan. "Sekarang ini paradigama yang harus diubah. Bukan bagaimana kalau orang sakit dirawat di mana, tetapi bagaimana orang menjadi tidak sakit. Jadi bukan kalau sakit ditanggung pemerintah tetapi bagaimana mendorong orang lebih sehat," ucap dia.

Perubahan paradigma, kata dia, harus menjadi gerakan bersama masyarakat. Wapres mengakui untuk menyukseskan pembangunan berkelanjutan, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri.

Pemerintah, lanjut dia, juga harus bersama-sama dengan lembaga swadaya masyarakat, bahu membahu untuk mewujudkannya. Namun, JK menolak pembentukan sekretariat bersama pemerintah dan lembaga swadaya masyarakat terkait masalah tersebut.

"Tak perlu ada kementerian SDG dan 'enggak' pernah ada. Jadi tak perlu ada lembaga khusus. Saya lebih condong ini bagian yang dikoordinir oleh Bappenas karena ini soal perencanaan sehingga bisa lebih luas," ujar JK yang didampingi Menko PMK Puan Maharani, Menlu Retno
Marsudi, dan Menkes Yunita Moeloek.

Sebelumnya, koalisi masyarakat sipil meminta pemerintah untuk membentuk kantor sekretariat bersama guna melaksanakan program-program pembangunan berkelanjutan. Mereka beralasan kantor bersama penting agar bisa menyatukan langkah pemerintah dalam organisasi lembaga swadaya masyarakat. (Antara)


(OGI)


Andik Ungkap Perbedaan Timnas Sekarang dan Era Riedl
Uji Coba Timnas Indonesia vs Hong Kong

Andik Ungkap Perbedaan Timnas Sekarang dan Era Riedl

2 days Ago

Terakhir, Andik tampil saat Timnas Indonesia melakoni uji coba melawan Islandia pada 14 Januari…

BERITA LAINNYA
Video /