Banyak Perempuan Laporkan Kejahatan Seksual Pangeran Arab Saudi

Fajar Nugraha    •    26 September 2015 13:48 WIB
kejahatan seks
Banyak Perempuan Laporkan Kejahatan Seksual Pangeran Arab Saudi
Foto: Fitnews

Metrotvnews.com, Los Angeles: Seorang Pangeran Arab Saudi yang sempat ditangkap karena melakukan kejahatan seksual di Amerika Serikat (AS), ternyata memangsa korban lain.

Pangeran Majed Abdulaziz Al-Saud, ditangkap setelah memaksa seorang perempuan yang menjadi karyawan di rumahnya, untuk melakukan oral seks. Namun korban berhasil melarikan diri dan meminta pertolongan.

Al-Saud sempat ditahan dan akhirnya dibebaskan pada Kamis (24/9/2015) dengan uang jaminan sebesar USD300 ribu atau sekitar Rp4,4 miliar. Polisi pun tengah menyelidiki bahwa Al-Saud memangsa perempuan lain di sekitar rumah mewah miliknya di Beverly Hills.

"Detektif mendapatkan laporan bahwa ada korban lain yang melontarkan tuntutan kepada Al-Saud," ujar petugas Polisi Los Angeles, Drake Madison, seperti dikutip Associated Press, Sabtu (26/9/2015).

Polisi sempat menahan Al-Saud selama empat jam pada Rabu (23/9/2015). "Dia ditahan setelah ada laporan keributan di dalam rumahnya," lanjut Madison.

Menurut pihak polisi Al-Saud ditahan atas penyergapan, kejahatan seksual dan kekerasan. Rencananya Al-Saud dijadwalkan untuk diadili pada 19 Oktober 2015.

(Baca: Pangeran Arab Saudi Ditangkap Atas Tuduhan Kejahatan Seks)

Pangeran berusia 28 tahun itu ditangkap setelah memaksa seorang pekerja perempuan di rumahnya untuk melakukan seks oral. Namun perempuan itu menolak dan berontak dari pelaku.

Polisi datang ke lokasi setelah tetangga dari pelaku melihat seorang perempuan meminta pertolongan. Korban bahkan berupaya untuk memanjat pagar dari rumah pangeran itu.

Pihak Arab Saudi tidak bersedia memberikan komentar atas kejadian ini.


(FJR)


Liverpool Ajukan Request Khusus Leg 2 Semifinal Liga Champions

Liverpool Ajukan Request Khusus Leg 2 Semifinal Liga Champions

3 hours Ago

Liverpool telah mengontak Roma, UEFA, dan Kepolisian Italia untuk mengajukan permintaan khusus …

BERITA LAINNYA
Video /