Paket Deregulasi Dorong Penguatan Industri Hadapi MEA

Husen Miftahudin    •    27 September 2015 12:52 WIB
deregulasi
Paket Deregulasi Dorong Penguatan Industri Hadapi MEA
Menperin Saleh Husein. MI/PANCA SYURKANI

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah telah mengeluarkan paket kebijakan tahap pertama sebagai langkah menstimulus perekonomian nasional di tengah pelambatan. Menindaklanjuti langkah tersebut, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berusaha untuk menyelesaikan 15 penyederhanaan aturan (deregulasi).

Deregulasi industri tersebut terdiri dari 1 Peraturan Pemerintah (PP) tentang Sarana Penunjang Pengembangan Industri (Kawasan Industri) serta 14 Peraturan Menteri Perindustrian (Permenperin) terkait rekomendasi izin ekspor dan impor yang ditarget rampung pada akhir September.

Menanggapi hal ini, Menperin Saleh Husin mengungkapkan, langkah deregulasi dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) merupakan stimulus dalam mempermudah kegiatan usaha skala kecil, menengah hingga besar.

Dengan fokus pada Program Penumbuhan dan Pengembangan Kewirausahaan, diharapkan dapat terjadi penumbuhan pada wirausaha Industri di daerah tertinggal dan daerah potensial.

"Saya harap momentum ini dapat dimanfaatkan pelaku usaha muda untuk mengembangkan usaha. Semangat Pemerintah dalam paket stimulus ini adalah melapangkan jalan bagi pengusaha baru dan juga memastikan aktivitas ekonomi yang telah ada tetap berjalan," ujar Saleh dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Minggu (27/9/2015).

Deregulasi industri tersebut, lanjut dia, dapat memperkuat struktur industri dalam negeri untuk menopang serbuan produk-produk industri impor. Diharapkan, sektor industri menguat dari sisi hulu hingga hilir sehingga industri dalam negeri menjadi lebih kompetitif.

"Sehingga Indonesia mampu mengolah bahan mentah yang selanjutnya diproses menjadi bahan jadi dan meningkatkan nilai tambah dan menjaga proses produksi tetap di sini. Investasi masuk dan lapangan kerja tercipta," pungkas Saleh.

Sebagai informasi, kinerja sektor industri pada triwulan II 2015 untuk industri non migas tumbuh sebesar 5,27 persen. Kondisi tersebut lebih besar jika dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi pada periode yang sama sebesar 4,67 persen.

Di sisi lain, nilai total investasi yang masuk pada triwulan II 2015 mencapai USD5,07 miliar. Berdasarkan data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), total Penanaman Modal Asing (PMA) pada triwulan II 2015 mencapai USD7,37 miliar yang mayoritas berasal dari negara ASEAN dengan nilai sebanyak USD3,49 miliar.


(SAW)

Video /