Waspada Penyakit Jantung!

   •    27 September 2015 14:15 WIB
penyakit
Waspada Penyakit Jantung!
Pemeriksaan dan Konsultasi Gratis di perayaan Hari Jantung Sedunia (Foto: Metrotvnews.com / Sumarni)

Metrotvnews.com, Jakarta: Sebagian besar wanita Indonesia menganggap bahwa ancaman terbesar dan paling berbahaya hanyalah kanker. Padahal, menurut ahli kardiologi, Dr. Siska Surindanda Danny, SpJP, FIHA, penyebab kematian wanita akibat jantung juga sangat besar.

"Masyarakat kita kurang sadar bahwa risiko penyakit jantung dan pembuluh darah antara wanita dan pria sebenarnya sama," ujarnya saat ditemui tim Metrotvnews.com di Senayan, (27/09/2015).

Bila pria dianjurkan melakukan pemeriksaan secara rutin akan kesehatan jantung dan pembuluh darah sejak usia 40 tahun maka wanita wajib screening setelah menopause.

"Mengetahui penyakit jantung sedini mungkin masih bisa diobati. Itulah mengapa para perempuan juga harus sadar kalau masalah jantung sama bahayanya dengan kanker," lanjut Dr. Siska.

Faktor penyebab penyakit jantung

Menurut Dr. siska, ada banyak faktor yang menyebabkan penyakit jantung. Salah satu di antaranya hipertensi, diabetes, gangguan kolesterol, gaya hidup tidak sehat, kurang olahraga, obesitas dan merokok.

"Tapi, faktor utamanya tentu karena usia. Semakin tinggi usia, semakin tinggi juga risiko penyakit jantung," ungkapnya.

Penyakit jantung merupakan penyakit degeneratif jadi selaras dengan proses penuaan lanjut Dr. Siska. Pada usia tertentu, pembuluh darah cenderung kaku, tebal dan mengalami penyempitan.

"Biasanya usia di atas 65 tahun pasti punya masalah jantung. Namun, sekarang karena gaya hidup tidak sehat, sebelum usia 65 sudah terkena," tuturnya.

Pengobatan untuk jantung koroner

Pengobatan untuk penyakit jantung, lanjut Dr. Siska, itu berbeda-beda tergantung jenis yang diidapnya. Namun, untuk penyakit jantung koroner bisa dengan cara pasang ring guna melebarkan pembuluh darah yang menyempit.

"Selang kecil (kateter) dimasuki ke dalam tubuh lewat pergelangan tangan atau di pangkal paha," ungkapnya.

Pada keadaan ini pasien sepenuhnya akan sadar karena hanya dibius lokal. Selang yang dimasukkan pun hanya sebesar 2 mm sehingga tidak terlalu membuat pasien kesakitan.

Metode pengobatan ring juga bisa memotret keadaan jantung sehingga pasien dapat mengetahui bagaimana keadaan jantung dan pembuluh darahnya.


Peringatan Hari Jantung Sedunia 2015 oleh Yayasan Jantung Indonesia (Foto: Metrotvnews.com / Sumarni)

Cara mencegah penyakit jantung

Dr. Siska mengungkapkan bahwa konsumsi garam masyarakat Indonesia sudah jauh diatas rekomendasi WHO. Padahal, tinggi sodium mempengaruhi kesehatan jantung.

"Hindari makanan asin termasuk yang diawetkan seperti ikan asin, sarden, mie instan dan nugget. Itu berbahaya," lanjutnya.

Di sisi lain, olahraga juga penting. Sayangnya masih banyak masyarakat Indonesia yang menganggap aktivitas fisik sama dengan olahraga, sehingga malas melakukan olahraga.

"Olahraga tentu beda dengan aktivitas fisik. Olahraga tujuannya untuk santai dan rileks agar membuat pembuluh darah melebar," pungkasnya.

Bila olahraga mengeluarkan hormon endorfin yang bersifat menenangkan terutama pada jantung maka aktivitas fisik seperti bekerja itu akan mengeluarkan hormon adrenalin. Artinya, kinerja jantung akan lebih berat.

"Intinya, efek olahraga dan aktivitas fisik ke jantung sudah pasti berbeda," tutupnya. (Sumarni)


Senam Hip Heart untuk remaja (Foto: Metrotvnews.com / Sumarni)


(AWP)


Andik Ungkap Perbedaan Timnas Sekarang dan Era Riedl
Uji Coba Timnas Indonesia vs Hong Kong

Andik Ungkap Perbedaan Timnas Sekarang dan Era Riedl

1 day Ago

Terakhir, Andik tampil saat Timnas Indonesia melakoni uji coba melawan Islandia pada 14 Januari…

BERITA LAINNYA
Video /