Petit Akui Pengaruh Catalonia di Barcelona Dekat dengan Rasisme

Rendy Renuki H    •    28 September 2015 06:27 WIB
barcelonaliga spanyol
Petit Akui Pengaruh Catalonia di Barcelona Dekat dengan Rasisme
Emmanuel Petit saat berseragam Barcelona (Foto: goal.com)

Mertotvnews.com, Barcelona: Mantan gelandang Barcelona Emmanuel Petit mengakui jika pengaruh Catalonia di tubuh klub sangat dekat dengan tindakan rasisme. Hal tersebut dirasakannya saat sempat berseragam Azulgrana musim 2000--2001 silam.

Rakyat Catalonia sendiri tengah melakukan pemilihan parlemen Minggu 27 September kemarin. Petit pun menganggap akan berpeluang terjadi ketegangan nasionalis antar pemain di tubuh klub.

"Saya tiba di sana di waktu yang salah. Kala itu sedang terjadi perang di ruang ganti pemain antara pemain asal Belanda dan Katalan. Disamping itu, kami memiliki pelatih (Lorenzo Serra Ferrer) yang tak memiliki cukup kekuatan atau kharisma untuk mengelola tim," ucapnya kepada BBC World Football Show.

"Politik dan nasionalisme terlalu banyak saya rasakan di ruang ganti. Saya sangat senang bergabung dengan Barcelona, tapi saya hanya ingin berkonsentrasi kepada sepak bola," sambungnya.

"Setiap hari saya berurusan dengan hal-hal yang saya seharusnya tidak lakukan. Sesaat setelah saya tiba di sana, orang-orang mengatakan jangan belajar bahasa Castillian (Spanyol), Anda harus berbicara bahasa Katalan," kenang Petit.

"Saya bertanya, apakah saya di Spanyol? Bukan, Anda berada di Catalonia. Saya muak dengan hal semacam itu. Saya mengerti identitas asal mereka, tapi ketika hal itu terlalu banyak dibahas, itu akan sangat dekat dengan rasisme," lanjut mantan pemain dengan kuncir khasnya.

"Kami bicara tentang sepak bola, bukan agama atau politik. Saya ingin meninggalkan klub, saya pikir saya telah membuat kesalahan besar," tutupnya.

Petit menjadi bagian paket transfer bersama Marc Overmars dari Arsenal di musim tersebut. Namun, ia hanya bertahan semusim di Barcelona dan kembali ke Inggris bersama Chelsea. (Football Espana)


(REN)