Kuasa Hukum Berharap Pembunuh Deudeuh Dihukum Ringan

Ilham wibowo    •    28 September 2015 17:36 WIB
pembunuhan deudeuh
Kuasa Hukum Berharap Pembunuh Deudeuh Dihukum Ringan
Terdakwa Prio Santoso dikawal petugas saat akan menjalani sidang kasus pembunuhan Deudeuh. (Foto:MI/Bary)

Metrotvnews.com, Jakarta: Kuasa hukum M. Prio Santoso, Deny Mahesa, meminta kliennya dihukum ringan. Prio diklaim tidak berniat membunuh Deudeuh Alfi Sahrin. Saat kejadian Prio murni sekadar menikmati jasa Deudeuh.
 
Deny mengatakan, kliennya seharusnya hanya didakwa Pasal 351 mengenai Penganiayaan. Prio tak sengaja membunuh korban karena kesal diledek soal bau badan.
 
"Kalau tergiur barang memang iya ada. Tapi, tujuannya bukan mencuri, namun karena barang-barang itu ada di depan korban, Prio berniat mengamankannya," kata Deny usai persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (28/9/2015)
 
Menurut Deny, bukti Prio tidak berniat mencuri adalah nominal uang dan barang yang masih utuh. Barang elektronik yang dibawa Prio tidak ada yang dijual kembali. "Barang ini kan hanya dikumpulkan dan ditempatkan di satu tempat," bela Deny.
 
Deny berharap, kliennya mendapatkan keringanan hukuman. Sebab, Prio tidak beniat membunuh. "Pasal yang pas dikenakan 351 mengenai penganiayaan yang menyebabkan kematian, karena murni untuk meniknati dan tidak puas," katanya.
 
Sidang yang dipimpin hakim ketua Nelson Sianturi berakhir pukul 15.30 WIB. Persidangan dilanjutkan kembali, Senin 5 Oktober dengan agenda pemeriksaan keterangan saksi lain.
 
Prio didakwa telah melakukan pembunuhan pada Jumat, 10 April 2015, dan membawa kabur sejumlah barang berharga milik korban. Ia dijerat Pasal 339, 338, dan 365 ayat (1) Jo ayat (3) Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) dengan ancaman maksimal hukuman penjara seumur hidup.


(FZN)

Suporter Bertindak Rasis, AS Roma Terancam Sanksi
Rasisme dalam Sepakbola

Suporter Bertindak Rasis, AS Roma Terancam Sanksi

1 day Ago

Suporter AS Roma tirukan suara monyet ke arah Antonio Rudiger, bek Chelsea saat kedua tim bentr…

BERITA LAINNYA
Video /