Tanpa Surat Kuasa, Korban Tragedi Mina Tak Bisa Dimakamkan

Aditya Mahatva Yodha    •    29 September 2015 11:41 WIB
tragedi mina 2015
Tanpa Surat Kuasa, Korban Tragedi Mina Tak Bisa Dimakamkan
Winaroh Andani, anak korban tragedi Mina asal Kabupaten Malang, Jawa Timur. (Metrotvnews.com/Aditya Mahatva Yodha)

Metrotvnews.com, Malang: Keluarga korban tragedi Mina asal Malang, Rumiati  Binti Nomo masih menunggu kabar dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Arab Saudi terkait kepastian pemakaman Rumiati.

Kakak almarhumah Rumiati, Rupinih, mengaku belum pasti kapan adiknya dimakamkan. Pihak keluarga saat ini sudah mengirimkan surat kuasa pemakaman dari perangkat desa. 

“Kalau tidak ada surat kuasa tidak bisa diproses pemakamannya, tadi sudah dikirim ke KBRI lewat email,” ungkapnya kepada Metrotvnews.com, Senin (28/9/2015).

Rumiati, warga Dusun Panggang Lele RT30/RW03, Desa Arjowinangun, Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Almarhumah berangkat ke Jeddah untuk bekerja sebagai tenaga kerja wanita sejak tahun 2000.

“Terakhir ngobrol panjang sama saya pas anaknya (Winaroh Andani) tunangan. Kami senang jika dia tahun depan pulang ke Malang, tapi ternyata kami dapat kabar duka seperti ini,” paparnya.

Diketahui kedua orangtua Winaroh Andani telah meninggal dunia, setelah sebelumnya ayahnya bernama Sutrisno baru 1000 hari wafat atau 4 tahun berjalan, kini ibunya, Rumiati, juga berpulang ke rahmatullah setelah terjadi musibah nahas di Mina, dimana puluhan jemaah haji meninggal jadi korban saat melempar jumrah.

Winaroh selama ini tinggal di Perumahan Wastu Asri Junrejo, Kota Batu, kedatangannya di Arjowilangun Kalipare untuk mengurusi proses surat kuasa pemakaman ke KBRI dan menggelar tahlilan selama tujuh hari.


(SAN)


Video /