Apindo Usulkan Deregulasi Peraturan yang Menghambat

   •    29 September 2015 20:05 WIB
apindo
Apindo Usulkan Deregulasi Peraturan yang Menghambat
illustrasi pertumbuhan ekonomi. ANTARAFOTO/Hermanus Prihatna

Metrotvnews.com, Jakarta: Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi B Sukamdani menyampaikan dregulasi yang harus dilaksanakan pemerintahan Jokowi.

"Secara umum dalam pendek menurut kami yang bisa dilaksanakan adalah deregulasi peraturan yang menghambat dunia usaha dan menyebabkan ekonomi biaya tinggi," katanya sebagaimana dikutip dari Antara di Jakarta, Selasa (29/9/2015).

Apindo juga menyarankan perlunya relaksasi kebijakan fiskal, deregulasi bidang ketenagakerjaan sehingga kondusif seperti upah minimum yang realistis dan upaya meningkatkan daya beli masyarakat.

"Juga perlu relaksasi kredit perbankan dan konsistensi pembangunan infrastruktur serta pengembangan industri yang kompetitif," katanya.

Selain itu lanjut dia, perlu pengembangan pasar ekspor seperti ke kawasan Uni Eropa. "Kami dorong pemerinah melakukan ini," katanya.

Menurut Hariyadi,  Presiden memang terus berupaya melakukan deregulasi di berbagai bidang.

"Namun banyak upaya deregulasi di lapangan tidak sesuai harapan. Presiden memberikan perhatian pada upaya konsolidasi eselon I dan II di kementerian dan lembaga," katanya.

Ia mencontohkan penanganan kasus dwelling time yang sudah dalam proses hukum terhadap sejumlah oknum namun saat ini masih berjalan lamban.

"Oknum sudah diproses hukum tapi masih berjalan lambat," katanya.

Di bidang ketenagakerjaan, Apindo berharap Rancangan Peraturan Pemerintah dapat segera diselesaikan dan dikeluarkan.

"Upah minimum harus bisa diprediksi, tidak naik sangat besar sehingga pelaku usaha justru banyak yang menutup usahanya," katanya.


(SAW)


Media Malaysia: Wartawan Vietnam Agen Mata-Mata?
Final Piala AFF 2018

Media Malaysia: Wartawan Vietnam Agen Mata-Mata?

15 hours Ago

Media Malaysia menurunkan tulisan tentang tingkah laku wartawan Vietnam selama Final Piala AFF …

BERITA LAINNYA
Video /