Hadapi El Nino, Pemerintah Tidak Impor Beras

Kesturi Haryunani    •    30 September 2015 12:00 WIB
kementan ads
Hadapi El Nino, Pemerintah Tidak Impor Beras
Sejumlah petani mencabut benih padi untuk ditanam dan disebar di sawah di Kampung Tanggul, Kasemen, Serang, Banten -- ANT/Asep Fathulrahman

Metrotvnews.com, Jakarta: Musim kemarau 2015 menunjukkan gejala El Nino yang diyakini sama, bahkan lebih kuat dari el nino pada 1997. Namun, pemerintah belum memutuskan impor beras.

"Hal ini terjadi berkat kerja keras semua pihak dalam meningkatkan produksi beras melalui program upsus (Upaya Khusus) yang digerakkan jajaran Kementerian Pertanian, bersinergi dengan instansi terkait baik secara horizontal maupun vertikal," kata Menteri Pertanian Amran Sulaiman dalam siaran pers yang diterima Metrotvnews.com, Rabu (30/9/2015).

Berdasarkan data dari Kementerian Pertanian, Januari 2015 hingga September 2015 tidak ada impor beras medium untuk konsumsi masyarakat. Kondisi stock beras pemerintah di Bulog pada September 2015 sebesar 1,7 juta ton, cukup memenuhi kebutuhan lima bulan ke depan.

Langkah pemerintah mengantisipasi dampak El Nino diantaranya adalah menyalurkan bantuan pompa air 21.953 unit di daerah-daerah dekat sumber air, bekerjasama dalam pembangunan waduk, pembangunan sumur air dangkal 1.000 unit di timur tengah selatan dan 1.000 unit di Grobogan, pengaturan air waduk malalui pengelolaan gilir giring air, serta melakukan hujan buatan.

"Langkah antisipasi dini lainnya adalah menggenjot penanaman padi di lahan rawa lebak dan pasang surut pada wilayah utara garis khatulistiwa (Sumatera dan Kalimantan) yang saat ini masih tersedia air," ujar Amran.

Melalui antisipasi dini mitigasi dampak kekeringan El Nino, diharapkan angka produksi tanaman pangan ARAM-I BPS 2015 dapat dicapai. Setidaknya jika dampak El Nino berpengaruh pada produksi tanaman pangan, beras masih di atas tingkat kebutuhan nasional sehingga tidak diperlukan pengadaan beras dari luar negeri.

"Impor memang bukan sesuatu yang tabu, sebagaimana Undang-undang Pangan menyatakan bahwa impor merupakan alternatif akhir. Namun impor pangan yang tidak cermat akan berdampak menciptakan ketergantungan, merugikan petani dalam negeri, mengancam kedaulatan pangan, dan menyuburkan rent seeker," jelas Amran.


(NIN)


Timnas Bertekad Akhiri Catatan Buruk di Stadion Rajamangala

Timnas Bertekad Akhiri Catatan Buruk di Stadion Rajamangala

54 minutes Ago

Timnas Indonesia bertekad mencuri poin penuh saat bertandang ke markas Thailand pada laga ketig…

BERITA LAINNYA
Video /