Paket Kebijakan Ekonomi Jilid II Beri Sentimen Positif bagi Indeks

Dian Ihsan Siregar    •    30 September 2015 13:51 WIB
paket kebijakan ekonomi
Paket Kebijakan Ekonomi Jilid II Beri Sentimen Positif bagi Indeks
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)

Metrotvnews.com, Jakarta: Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Tito Sulistio menilai paket kebijakan ekonomi tahap II yang dikeluarkan pemerintah cukup baik dan positif. Namun demikian, paket tersebut harus dibarengi dengan realisasi penyerapan anggaran pemerintah di sektor infrastruktur yang belum terwujud dengan baik sampai saat ini.

"Ini satu positif poin kita tunggu. Tapi tetap tunggu realisasi pemerintah dalam bangun infrastruktur, seperti pengeluaran anggaran," ujar Tito, ‎ketika ditemui di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (30/9/2015).

Menurutnya, paket kebijakan ekonomi jilid II ini telah kembali menggairahkan dunia usaha. Bahkan, paket kebijakan ekonomi yang diumumkan oleh Menko Perekonomian Darmin Nasution itu memberikan sentimen positif  bagi kinerja emiten di pasar modal Indonesia.

Apalagi, lanjut Tito, banyak cara yang dilakukan pemerintah untuk mendatangkan sentimen positif bagi kinerja indeks, seperti pengurangan pajak bunga deposito dan pemangkasan proses perizinan investasi. 

Sementara itu, Anggota Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun menjelaskan jika isi dari paket tersebut sangat detail dan menunjukkan bahwa pemerintah ingin mengintegrasikan kebijakan ekonomi secara menyeluruh baik kebijakan fiskal maupun kebijakan moneter.

"Tujuan akhir yang ingin dicapai tentunya adalah bauran kebijakan tersebut memberikan dampak yang positif dan signifikan bagi sektor riil dan dunia usaha. Selain mengurangi tekanan akibat turunnya nilai tukar rupiah atas USD," tutur dia. 

Dirinya pun mendukung apa yang menjadi kebijakan ekonomi pemerintah tersebut karena ditujukan untuk mengurangi tekanan penurunan nilai tukar rupiah atas USD pada pertumbuhan ekonomi.

"Kebijakan untuk menarik Devisa Hasil Ekspor (DHE) ke bank dalam negeri, jika eksportir menyimpan dananya di sistem perbankan di Indonesia, pajak atas bunga deposito yang saat ini 20 persen akan dikurangi sebesar 5-10 persen, bahkan sampai nol persen yang besaran insentif pajak dan bunganya tergantung pada tenornya," pungkasnya.


(ABD)


Timnas Bertekad Akhiri Catatan Buruk di Stadion Rajamangala

Timnas Bertekad Akhiri Catatan Buruk di Stadion Rajamangala

51 minutes Ago

Timnas Indonesia bertekad mencuri poin penuh saat bertandang ke markas Thailand pada laga ketig…

BERITA LAINNYA
Video /