Pengamat Sarankan JK Beri Pembekalan kepada 238 Pasangan Calon Partai Golkar

M Rodhi Aulia    •    30 September 2015 21:48 WIB
dualisme golkar
Pengamat Sarankan JK Beri Pembekalan kepada 238 Pasangan Calon Partai Golkar
Direktur Eksekutif Populi Center Nico Harjanto. (MI/Panca Syurkani)

Metrotvnews.com, Jakarta: Jauh dari kata mudah, jika kedua kubu Partai Golkar menggelar pembekalan untuk 238 pasangan calon kepala daerah yang didukung, tanpa ada kebersamaan. Sebab, jika hanya satu pihak saja, dikhawatirkan semua pasangan calon ini tidak kompak dan tidak bersemangat hadir.

Direktur Eksekutif Populi Center Nico Harjanto mengatakan pasangan calon akan memiliki beban berat ketika dua kubu masing-masing melakukan pembekalan itu. Sebagai jalan tengahnya, ia mengusulkan politikus senior Partai Golkar, Jusuf Kalla sebagai inisiator pembekalan.

"Jika Jusuf Kalla yang mengumpulkan pasangan calon, tentu mereka akan lebih tertarik untuk datang daripada jika dilakukan oleh masing-masing kubu," kata Nico kepada Metrotvnews.com, Rabu (30/9/2015).

Kendati, JK tidak memiliki legal standing, Nico berpandangan pengaruh JK sebagai wakil presiden membuat pasangan calon memiliki optimisme besar untuk menang dalam kontestasi lima tahunan tersebut. Namun, sekali lagi, pembekalan itu tidak hanya sekadar mendengar ceramah belaka.

"Pembekalan atau konsolidasi untuk pasangan calon dapat dikatakan efektif, jika para politisi Partai Golkar yang saat ini duduk di DPR, DPRD, eksekutif, jaringan bisnis serta ormas bisa dikoordinasikan dengan baik untuk membantu pemenangan pasangan calon," terang dia.

Karena pada dasarnya, pembekalan adalah suatu keharusan bagi setiap partai politik. Ini sebagai bentuk keseriusan partai dalam membantu pasangan calon. Bukan hanya sekadar mencalonkan, tapi harus memastikan pemenangan pasangan calon yang sudah diusung atau didukung.

"Partai harus mengkoordinasikan komponen-komponen politik-ekonominya untuk membantu pemenangan pasangan calon, apalagi jika partai politik tidak menyumbang dana kampanye pasangan calon yang memadai," tukas dia.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar kubu Agung Laksono, Yorrys Raweyai mengakui, dirinya tengah dilanda kebingungan terkait formula untuk mengumpulkan seluruh pasangan calon dari Partai Golkar. Tanpa didahului formula musyawarah nasional luar biasa, ia pesimis pembekalan dapat dilakukan.

"Kalau hanya diserahkan ke kedua DPP ini, pasti tidak efektif. Kalau yang mengundang dari kubu Agung Laksono, maka calon yang berasal dari kubu Aburizal Bakrie tidak akan mau hadir. Dan ini akan berlaku sebaliknya. Kubu Agung tidak akan mau hadir ketika diundang kubu Aburizal," kata Yorrys, 29 September.


(MEL)

Pemain Madrid Ini yang Diwaspadai Pochettino
Jelang Real Madrid vs Tottenham Hotspur

Pemain Madrid Ini yang Diwaspadai Pochettino

1 hour Ago

Penampilan Isco musim ini ternyata mendapat perhatian dari pelatih Tottenham Hotspur Mauricio P…

BERITA LAINNYA
Video /