Lagi, 11 Haji Indonesia Teridentifikasi Wafat Korban Tragedi Mina

Misbahol Munir    •    01 Oktober 2015 10:13 WIB
tragedi mina 2015
Lagi, 11 Haji Indonesia Teridentifikasi Wafat Korban Tragedi Mina
Jemaah Haji di Mina,--Foto: AFP/M Al Shaikh

Metrotvnews.com, Jakarta: Tim Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi kembali berhasil mengidentifikasi 11 anggota jemaah haji Indonesia yang wafat pada peristiwa Mina.

"Korban wafat sampai dengan Rabu (30/9) pukul 02.00 waktu Arab Saudi menjadi berjumlah 57 orang. Terdiri dari 53 jemaah haji dan 4 warga negara Indonesia (WNI) yang mukim di Arab Saudi," terang Kepala Daker Mekkah Arsyad Hidayat Kamis (1/10/2015), seperti dikutip dalam laman kemenag.go.id.

Adapun rincian ke-11 korban yang teridentifikasi adalah sebagai berikut:

1. Lilis Suryani Misbah Ijudin, kloter JKS 61 nomor paspor B0932986.

2. Otong Bastaman Sutisnamiharja, kloter JKS 61 nomor paspor B0932958.

3. Nana Hendiana Idi, kloter JKS 61 nomor paspor A7917997.

4. Maemunah Dasa Sasmita, kloter JKS 61 nomor paspor B0733173.

5. Atang Gumawang Dede Herlan, kloter JKS 61 nomor paspor B0733175.

6. Karmah Padma Kertap raja, kloter JKS 61 nomor paspor B0745293.

7. Tuti Kuswarti Daman, kloter JKS 61 nomor paspor B1442338.

8. Iis Masriah Kastoni Mardo, kloter JKS 61 nomor paspor A7026769.

9. Ida Murtika Porie, kloter BTH 14, nomor paspor B1306300.

10. Suryati Sahran Ribut, kloter BTH 14 nomor paspor B1306350.

11. Nur Alam Iljas, kloter UPG 10 nomor paspor B0694654.

Arsyad menambahkan, sebagaimana rilis sebelumnya, jemaah yang cedera dan dirawat rumah sakit Arab Saudi sebanyak 5 orang. Adapun jumlah anggota jemaah haji yang dilaporkan belum kembali, telah berkurang dari sebanyak 89 orang menjadi 78 orang dengan rincian sebagai berikut:

1. Kloter BTH 14 sebanyak 9 orang.
2. Kloter SUB 48 sebanyak 12 orang.
3. Kloter JKS 61 sebanyak 37 orang.
4. Kloter UPG 10 sebanyak 4 orang.
5. Kloter SOC 62 sebanyak 6 orang.
6. Kloter SUB 28 sebanyak 4 orang.
7. Kloter BPN 5 sebanyak 1 orang.
8. Kloter JKG 33 sebanyak 1 orang.
9. Kloter JKS 21 sebanyak 2 orang.
10. Kloter LOP 9 sebanyak 1 orang.
11. Kloter SUB 34 sebanyak 1 orang.

Untuk mempercepat penelusuran korban peristiwa Mina yang terjadi pada Kamis (24/9) lalu, tim PPIH telah membentuk tiga tim.

Pertama, tim pencari data yang menghimpun data jemaah haji Indonesia yang belum kembali ke kloternya sejak peristiwa Mina.

"Hari ini, secara intensif kami keliling ke beberapa kloter dan alhamdulillah  mendapatkan laporan-laporan baru terkait dengan beberapa kloter yang ada jemaahnya belum kembali sampai hari ini," terang Arsyad.

Kedua, tim penelusuran ke beberapa rumah sakit di Arab Saudi. Misalnya, RS Mina Al Wadi, RS Mina Al Jisr, RS Zahir, RS Syisyah, dan RS Militer di Awali.

Selain itu, penelusuran juga dilakukan di rumah sakit di luar kota Makkah. Misalnya, RS Garda Nasional di Jeddah dan RS Hada di Thaif. Ketiga, tim identifikasi jenazah di Majma’ Ath-Thawari Bil Mu’aishim.

Menurut Arsyad, ada dua pola yang digunakan dalam mengidentifikasi jenazah. Pertama, identifikasi melalui file-file yang berisi data pelengkap jamaah berupa gelang, tas, syal, DAPIH (Dokumen Administrasi Perjalanan Ibadah Haji), kartu petunjuk bus, kartu petunjuk hotel, dan lainnya.

"Jika itu ditemukan, maka akan mempermudah identifikasi jenazah korban. Kalau tidak ditemukan, identifikasi dilakukan dengan mengkonfirmasi jenazah melalui ketua kloter, ketua rombongan, ketua regu dan keluarga jenazah di kloter tersebut," jelas Arsyad.

Kedua, bekerja sama dengan divisi Disaster Victim Identification (DVI) Arab Saudi untuk mendapatkan data-data sidik jari jemaah haji Indonesia yang sudah diambil ketika tiba di Bandara Arab Saudi.

Ini dilakukan sehubungan dengan mulai terjadinya perubahan fisik, khususnya muka, jenazah setelah lima hari sejak peristiwa sehingga mempersulit  proses identifikasi. Arsyad berharap penggunaan sidik jari akan mempermudah dan mempercepat proses identifikasi.

Pihak Mu’ashim telah melakukan penguburan jenazah korban peristiwa Mina ini mulai Senin (28/9) lalu, terutama jenazah yang sudah diidentifikasi. Langkah ini diambil untuk menghindari penularan penyakit yang bersumber dari jenazah yang sudah terlalu lama.

Arsyad menambahkan, pada malam ini ada beberapa kontainer yang telah dibuka, namun belum bisa dirilis fotonya. Selain itu, 4 kontainer sudah di bawa ke Jeddah untuk dilakukan identifikasi di salah satu RS di Jeddah.

"Kami akan terus berupaya mencari jemaah haji yang masih belum ditemukan sampai dengan saat ini dan akan dikabarkan dalam kesempatan waktu sesegera mungkin untuk memenuhi kebutuhan informasi bagi keluarga, kerabat, dan seluruh masyarakat Indonesia," katanya.


(MBM)

Jika Bobol Gawang Juventus, Llorente Enggan Merayakannya
Jelang Tottenham vs Juventus

Jika Bobol Gawang Juventus, Llorente Enggan Merayakannya

1 day Ago

Striker Tottenham Hotspur, Fernando Llorente, menegaskan tidak akan merayakan jika dia mencetak…

BERITA LAINNYA
Video /