Pekerja Wajib Mendapat Perlindungan Sosial

   •    01 Oktober 2015 12:12 WIB
kemenaker ads
Pekerja Wajib Mendapat Perlindungan Sosial
Aksi unjuk rasa Serikat Pekerja Jakarta International Container Terminal (JICT) -- ANT/Rommy Pujianto

Metrotvnews.com, Bali: Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri menegaskan pentingnya perlindungan sosial pekerja untuk menjaga tingkat kesejaheraan dan meminimalisasi konflik dalam hubungan industrial. Penegasan ini disampaikan dalam forum Asia Seminar on Social Dialogue (ASEM) di Bali, 30 September-2 Oktober 2015.

Hanif menjelaskan, dalam beberapa forum kerjasama internasional, perlindungan sosial merupakan topik yang menjadi sorotan. Perlindungan sosial juga menjadi topik bahasan dalam forum atau organisasi negara-negara di kawasan Asean.

"Perlindungan sosial  merupakan konsep yang luas yang juga mencerminkan perubahan-perubahan ekonomi dan sosial pada tingkat internasional," kata Hanif yang disampaikan Dirjen Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Kemnaker Haiyani Rumondang dalam pembukaan ASEM di Bali, Rabu (30/9/2015).

Secara umum, jelasnya, perlindungan sosial meliputi empat hal yakni kesejahteraan sosial, jaring pengaman sosial, asuransi sosial, dan intervensi pasar kerja aktif. Perlindungan sosial juga berperan penting meningkatkan kesejahteraan masyarakat, menstabilkan kondisi sosial dan kinerja ekonomi, serta berkontribusi peningkatan daya saing usaha.

Haiyani menambahkan, dalam konteks jaminan sosial, berdasarkan data yang diterbitkan ILO, saat ini hanya 20% dari populasi dunia memiliki cakupan jaminan sosial memadai. Sementara sebagian besar masyarakat menghadapi bahaya di tempat kerja. Bahkan sejumlah negara belum menerapkan jaminan pensiun dan asuransi kesehatan memadai.

"Situasi ini mencerminkan bahwa di negara-negara kurang berkembang, kurang dari 10% pekerja dilindungi jaminan sosial. Di negara-negara berpenghasilan menengah, cakupan berkisar antara 20%-60%, sedangkan di sebagian besar negara-negara industri hampir 100%," paparnya.

Belajar dari krisis ekonomi global baru-baru ini, katanya, peran kerjasama tripartit sangat penting dalam menstabilkan dunia usaha. Dengan kerjasama tripartit, maka pemerintah, pekerja dan pengusaha dapat menjalankan kepentingan bersama dalam penerapan jaminan sosial dan keberlangsungan pengembangan usaha.

Melalui seminar ini, Haiyani berharap seluruh pihak dapat memberikan masukan bermanfaat mengingat pentingnya peran pemerintah dalam memberikan jaminan sosial bagi pekerja dalam negeri maupun pekerja antarnegara di wilayah Asia dan Eropa. Sehingga manfaat jaminan sosial dapat dinikmati pekerja.

"Semoga melalui seminar ini seluruh peserta dapat berbagi pengalaman, kebijakan dan praktik terbaik terkait dengan sistem tripartit di negara-negara anggota ASEM, sehingga pemerintah, pengusaha dan pekerja secara bersama-sama mampu menciptakan iklim usaha dan investasi yang sehat,  khususnya dalam era globalisasi ekonomi, perdagangan bebas, dan persaingan usaha yang sangat kompetitif." paparnya

Pertemuan negara-negara Asia dan Eropa (Asia-Europe Meeting, ASEM) merupakan forum antarPemerintah dalam rangka kerjasama di bidang politik, ekonomi, sosial budaya dan pendidikan. Kerjasama tersebut dilaksanakan dengan semangat saling menghormati dan kemitraan setara melalui dialog sosial.

Dialog sosial tersebut mencakup semua jenis negosiasi, konsultasi maupun pertukaran informasi bagi pihak-pihak yang memiliki kepentingan bersama dibidang ekonomi, tenaga kerja, kebijakan perlindungan sosial, termasuk penghapusan pekerja anak serta perbaikan syarat dan kondisi kerja.


(LHE)

Suporter Bertindak Rasis, AS Roma Terancam Sanksi
Rasisme dalam Sepakbola

Suporter Bertindak Rasis, AS Roma Terancam Sanksi

3 days Ago

Suporter AS Roma tirukan suara monyet ke arah Antonio Rudiger, bek Chelsea saat kedua tim bentr…

BERITA LAINNYA
Video /