Menemukan Potensi Diri Bersama Loop Indonesia

Pelangi Karismakristi    •    01 Oktober 2015 17:13 WIB
Menemukan Potensi Diri Bersama Loop Indonesia

Metrotvnews.com, Jakarta: Semua pasti ingin mengetahui apa potensi yang dimiliki dan mengembangkannya sedemikian rupa demi masa depan lebih baik. Baik dalam bidang karir, ekonomi, keluarga dan usaha.

Sayangnya tidak semua orang paham bagaimana cara mengetahui kemudian mengembangnya. Perlu bimbingan dan pelatihan untuk mencapai target yang hendak dicapai. Makan peran seorang pembimbing (coach) sangat vital.

"Misalnya seorang punya bakat tapi kalau nggak ada yang mendampingi, ya nggak tergali. Atau bisnis yang merupakan kerja tim, coaching bisa membantu meningkatkan perkembangan bisnis dan profit," papar Ececutive Coach Ina Rizqie Amalia dalam Seminar Becoming A Professional Coach Program persembahan Loop Indonesia di Financial Club, Graha CIMB Niaga, Kamis (1/10/2015).

Seminar ini membicarakan tentang bagaimana profesi coach dalam perusahaan, organisasi maupun di luar organisasi. "Para peserta dari berbagai perusahaan nasional dan multinasional, bisnis owner dan konsultan ini datang untuk cari tahu bagaimana mengaplikasikan coaching di perusahaan," imbuh perempuan berjilbab ini.

Ada beberapa cara coaching yang biasa dilakukan, yaitu formal. Seorang coach akan menyebutkan apa keperluan dan agendanya.

"Tapi kalau informal, ya bisa dilakukan ngobrol-ngobrol aja. Intinya kita bisa gali apa yang ada di benak dia (coachee) tanpa mereka sadari," jelas perempuan yang juga salah satu pendiri Loop Indonesia.

Anda tertarik menjadi coach? Menurut Ina, syaratnya hanya mau mendengar dan bertanya, lalu lakukan dengan hati.

"Coach akan mendorong seorang coachee dari dalam untuk melakukan perubahan. Harus tau juga konsep coach, bergaul dengan profesional coach dan ikuti pelatihan seperti seminar ini," kata Ina.

Salah satu peserta yang juga alumni Loop Indonesia  Andyani Noeriman merasakan manfaat pelatihan coach ini. Sebelum menjadi profesional coach, dirinya pernah bekerja di perusahaan multinasional.

"People development terasa sekali ya. Jadi akan ada budaya dalam mengelola perusahaan, bukan sekedar instruksi tapi juga passion. Mencapai kerja bukan karena paksaan, tapi rasa cinta pada pekerjaan dan perusahaan," ujar wanita murah senyum ini.

 


(LHE)


Video /