Jelang PON 2016

Lima Lifter Papua Gagal Melangkah ke PON 2016

Alfa Mandalika    •    01 Oktober 2015 17:49 WIB
pon 2016
Lima Lifter Papua Gagal Melangkah ke PON 2016
Logo PON Bandung 2016. (Foto: Ant/Adeng Bustomi)

Metrotvnews.com, Jayapura: Sebanyak lima lifter angkat berat dari Persatuan Angkat Berat, Binaraga, Angkat Besi Seluruh Indonesia (PABBSI) Papua gagal lolos ke Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX Bandung Jawa Barat 2016.

Juru Bicara KONI Papua, Hans Bisay mengatakan masing-masing dua lifter putra Yappi Mabel kelas 66 kilo gram, Samuel Manggaprouw kelas 74 kilo gram dan tiga lifter putri yakni Sophia Kaiway
kelas 57 kilo gram, Merry Maryen kelas 63 kilo gram dan Yohana Manggaprouw di kelas  47 kilo gram tidak lolos ke PON Bandung.

"Di kelas 74 kilo gram putra, lifter Papua Samuel Manggaprouw berada di posisi kedua juri kunci dengan total angkatan 340 kilo gram masing-masing angkatan Squat 220 kilo gram dan B Press 120," kata Hans.

Hans menjelaskan di nomor ini, lifter asal Lampung Doni Meiyanto meraih medali emas dengan total angkatan 796 kilo gram masing-masing angkatan Squat 321 kilo gram, B. Press 160 kilo gram dan D. Lift 315 kilo gram.

"Disusul Bagus Sudarmoko peraih medali perak dari Kalimantan Timur dengan total angkatan 796 kilo gram yakni angkatan Squat 305 kilo gram, B. Press 216 kilo gram dan D. Lift 275 kilo gram, kemudian medali perunggu dipegang Willy Sandri (Riau) total angkatan 745 kilo gram, masing-masing angkatan Squat 310 kilo gram, B. Press 170 kilo gram dan  D. Lift  265 kilo gram," ujar Hans.

Dia menuturkan urutan keempat Lamdoras (Sumatra Barat) dengan angkatan total angkatan 717,5 kilo gram terdiri dari angkatan angkatan Squat 292.5 kilo gram, B. Press 150 kilo gram dan D. Lift 275 kilo gram, kemudian posisi kelima diraih Amos Baransano dari Papua Barat dengan total angkatan 715 kilo gram terdiri dari angkatan Squat 300 kilo gram, B. Press 160 kilo gram dan D. Lift  255 kilo gram.

"Sementara itu lifter putri Papua, Sophia Kaiway yang turun di kelas 57 kilo gram juga gagal meraih medali, ia hanya mampu mencatatkan angkatan terbaiknya yakni 330 kilo gram dengan angkatan Squat 135 kilo gram, B. Press 75 kilo gram dan D. Lift 120 kilo gram," katanya lagi.

Hans menjelaskan dari sembilan atlet yang ikut di kelas ini, hanya lima lifter yang lolos yakni Sri Hartati (Lampung) peraih medali emas dengan total angkatan terbaik 540 kilo gram dengan angkatan Squat 210 kilo gram, B. Press 135  kilo gram dan  D. Lift 195 kilo gram.

"Disusul  peraih medali perak, Margaret (Kalimantan Timur) 485 kilo gram dengan angkatan Squat 200 kilo gram, B. Press 100 kilo gram dan D. Lift 185 kilo gram," ujarnya lagi.

Dia menambahkan urutan ketiga Herlina Fitrianis (Sumatra Barat) dengan angkatan dengan total angkatan 450 kilo gram masing-masing angkatan Squat 200 kilo gram, B. Press 90  kilo gram dan  D. Lift 160 kilo gram, posisi keempat Yuanita (Kaltim) total angkatan 407,5 kilo gram dan terakhir lifter Banten  Elit Tamilah (Banten) dengan total angkatan 370 kilo gram. (Ant)


(ACF)


Prediksi Indonesia vs Timor Leste: Harusnya Menang Mudah
Piala AFF 2018

Prediksi Indonesia vs Timor Leste: Harusnya Menang Mudah

2 hours Ago

Kekalahan 1-0 atas Singapura pada laga pertama cukup menjadi pecut bagi Hansamu Yama cs untuk b…

BERITA LAINNYA
Video /