Laporan dari Amerika Serikat

ASEAN-AS Bahas Pencurian Ikan dan Konflik Laut China Selatan

Fajar Nugraha    •    01 Oktober 2015 21:43 WIB
sidang majelis umum pbb 2015
ASEAN-AS Bahas Pencurian Ikan dan Konflik Laut China Selatan
Menlu Retno Marsudi dan Menlu AS John Kerry (Foto: Fajar Nugraha/MTVN)

Metrotvnews.com, New York: Menteri-menteri luar negeri ASEAN dan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) John Kerry melakukan pertemuan di sela Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Lima poin penting disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi di saat menghadiri pertemuan tersebut. Salah satu yang diutarakan adalah keamanan maritim.

"Kami mendorong dibentuknya kerja sama erat dalam hal keamanan maritim, konektivitas maritim, perikanan, perlindungan lingkungan maritim, konservasi serta teknologi. Selain itu keamanan navigasi termasuk jadi perhatian penting, seperti pencurian ikan," ujar Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, di Markas PBB, New York, AS, Rabu (30/9/2015).

"Dalam menghadapi pencurian ikan, kita bisa memperkuat kerja sama melalui berbagi informasi, pembangunan kapasitas serta menerapkan manajemen perikanan. Tidak lupa pula untuk kerja sama teknis dan transfer teknologi," jelasnya.

Menlu juga mengetengahkan peningkatan kapasitas dari usaha kecil menengah, agar dapat bersaing di pasar regional dan global

Masalah perubahan iklim juga turut menjadi perhatian. Dalam hal ini mendorong kesepakatan yang adil dan berarti dari perjanjian 21st Conference of the Parties to the United Nations Framework Convention on Climate Change (COP-UNFCCC) di Paris, Prancis pada Desember 2015. Pertemuan Menlu ASEAN dan AS ini juga menggaris bawahi pentingnya kerja sama penyelundupan satwa liar.

Penanggulangan bencana juga turut menjadi perhatian dalam pertemuan di The Palace Hotel, New York tersebut. Bantuan kemanusiaan dan bencana alam, dipandang harus ditingkatkan kerja samanya, khususnya dalam pembangunan kapasitas setiap negara.

Isu paling penting dalam pertemuan ini adalah konflik Laut China Selatan. Menlu kembali memastikan komitmen Indonesia untuk mendukung Declaration of Conduct (DOC) dan mempercepat perampungan Code of Conduct (CoC).

"Sangat penting untuk merampungan CoC melalui percepatan diskusi mengenai struktur dan elemen dari CoC atau kode berperilaku ini," tegas Menlu.

Penetapan rangka waktu konsultasi itu tentunya akan sangat membantu bagi proses CoC. Indonesia juga mengusulkan inisiatif kerja sama dan hotline khusus komunikasi untuk meredakan ketegangan di Laut China Selatan.

Konflik Laut China Selatan melibatkan beberapa negara anggota ASEAN, seperti, Filipina, Vietnam, Kamboja, Malaysia dan Brunei Darussalam. Mereka saling berebut wilayah laut itu bersama dengan Tiongkok serta Taiwan.

Indonesia selama ini berupaya bertindak sebagai penengah dari konflik tersebut. Mengenai Laut China Selatan, Indonesia sama sekali tidak memiliki klaim atas hak wilayah.
 


(FJR)


Prediksi Indonesia vs Timor Leste: Harusnya Menang Mudah
Piala AFF 2018

Prediksi Indonesia vs Timor Leste: Harusnya Menang Mudah

2 hours Ago

Kekalahan 1-0 atas Singapura pada laga pertama cukup menjadi pecut bagi Hansamu Yama cs untuk b…

BERITA LAINNYA
Video /