Solar Diminta Turun Rp1.000/Liter

Husen Miftahudin    •    02 Oktober 2015 18:05 WIB
solar subsidi
Solar Diminta Turun Rp1.000/Liter
Suasana diskusi membedah harga gas untuk industri (Foto: MTVN/Husen Miftahudin)

Metrotvnews.com, Bandung: Tren harga minyak dunia dalam beberapa bulan mengalami penurunan yang cukup signifikan hingga di bawah USD40 per barel. Namun sayangnya, pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) pada Oktober 2015 untuk premium dan solar bersubsidi tidak mengalami perubahan. 

Menurut Direktur Eksekutif Energy Watch Mamit Setiawan, perhitungan harga premium memang tidak turun mengingat nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) terus tergerus hingga level Rp14.700 per USD. Namun, kondisi ini berbeda dengan solar di mana BBM jenis ini dihasilkan dari dalam negeri.

"Premium memang tidak turun karena campurannya impor. Tetapi untuk solar harusnya turun. Bahkan, turunnya cukup signifikan, yakni Rp1.000 per liter karena untuk cost MOPS plus alfa-nya (acuan dalam penentuan harga BBM bersubsidi) itu sudah sangat jauh," ujar Mamit, dalam diskusi 'Membedah Harga Gas untuk Industri', yang digelar Forum Wartawan Industri (Forwin) di Hotel Cipaku, Bandung, Jumat (2/10/2015).

Dengan begitu, lanjut dia, maka harga solar semestinya menjadi Rp5.900 per liter. Pemerintah sendiri, sebut Mamit, tidak transparan dalam perhitungan harga BBM bersubsidi, sehingga hingga kini masyarakat tak mengetahui berapa harga BBM subsidi sebenarnya.

"Masyarakat harus segera diberikan pendidikan untuk bisa melakukan perhitungan sendiri. Dengan terdidik, masyarakat akan mampu menilai apa yang telah dilakukan pemerintah sudah tepat atau tidak dalam menentukan harga BBM. Jadi harus transparan dan memberikan apa yang sesuai pada masyarakat," pungkas Mamit.


(ABD)

Rekam Jejak Indonesia di Piala Asia U-16
Timnas U-16

Rekam Jejak Indonesia di Piala Asia U-16

17 hours Ago

Terhitung dari 17 kali penyelenggaraan yang sudah berlangsung. Indonesia hanya mampu lolos ke p…

BERITA LAINNYA
Video /