Dokter Mogok Praktik, Pasien Meninggal Dunia

Safran Ansyori    •    03 Oktober 2015 12:15 WIB
kesehatan
Dokter Mogok Praktik, Pasien Meninggal Dunia
Ilustrasi dokter. Foto: Dailymail

Metrotvnews.com, Bengkulu: Akibat uang insentif dua bulan tak kunjung cair, dokter yang ada di ruang instalasi gawat darurat Rumah Sakit Umum dr M. Yunus Kota Bengkulu mogok kerja. Akibatnya, puluhan pasien terlantar bahkan satu pasien meninggal dunia karena tidak terlayani secara medis.

Mogok massal para dokter ini berlangsung sejak Jumat, 2 Oktober, sore. Mogok berlangsung selama tiga jam lebih. Namun efeknya puluhan pasien yang masuk ke IGD tidak tersentuh. Pasien bernama Askia, warga Desa Talo, Kabupaten Seluma, menjadi korban. Askia yang mengidap penyakit ginjal akhirnya menghembuskan nafas terakhir di ruang IGD rumah sakit tersebut.

Tidak hanya Askia, seorang balita berumur 52 hari yang menderita dehidrasi dan merupakan pasien rujukan dari RS Raflesi Kota Bengkulu, juga telantar. Padahal kondisi sang balita sedang kritis.

Mogoknya para dokter yang ada di IGD membuat keluarga pasien kecewa dan mencaci maki tindakan itu. "Sempat terjadi keributan antara pihak keluarga pasien dengan petugas jaga yang di ruang IGD," kata salah satu keluarga pasien, Sabtu (3/10/2015). 

Mogok kerja yang dilakukan dokter di ruang IGD ini disebabkan belum cairnya uang insentif para dokter selama dua bulan terakhir. Tidak samanya pembagian uang jaga piket dinilai menjadi pemicu mogoknya para dokter.

Pascamogok para dokter, aktivitas perawatan di IGD RS dr M. Yunus masih sepi hingga Sabtu pagi ini. Sejumlah pasien dipindahkan ke ruangan lain dan sebagian lainnya memilih pindah ke rumah sakit terdekat. Manajemen RS dr M. Yunus belum memberikan tanggapan atas kekisruhan ini.


(UWA)

Ronaldo: Real Madrid Tidak Takut PSG
Liga Champions 2017--2018

Ronaldo: Real Madrid Tidak Takut PSG

21 hours Ago

Cristiano Ronaldo menegaskan dia dan rekan setimnya tidak takut jika harus berhadapan dengan Pa…

BERITA LAINNYA
Video /