Laporan dari Amerika Serikat

Sekolah Indonesia, Sandera Jadi Bahasan Pertemuan Menlu RI-PNG

Fajar Nugraha    •    03 Oktober 2015 15:14 WIB
sidang majelis umum pbb 2015
Sekolah Indonesia, Sandera Jadi Bahasan Pertemuan Menlu RI-PNG
Menlu Retno Marsudi dalam bilateral dengan Menlu PNG (Foto: Fajar Nugraha/MTVN)

Metrotvnews.com, New York: Menteri Luar Negeri Papua Nugini Rimbink Pato melakukan pertemuan dengan Menlu Retno Marsudi di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB. Keduanya membahas dua WNI yang sempat disandera di PNG.

"Saya sampaikan terima kasih dalam kerja sama yang diberikan otoritas Papua Nugini dalam pembebasan sandera WNI di PNG. Kita mengharapkan kiranya pihak yang bertanggung jawab diproses hukum secara transparan," ujar Menlu Retno, di Markas PBB, New York, Jumat (2/10/2015) waktu Amerika Serikat (AS).

"Sudah ada pelaku yang ditangkap, oleh karena itu beliau (Menlu PNG) akan berkoordinasi dengan koleganya yang lain. Mengenai masalah penangangannya. beliau mengatakan, apabila sudah ditangkap bukti sudah kumpul tentuya akan diproses hukum," tegas Menlu.

Namun tidak disebutkan dari kelompok mana pelaku dari penyanderaan dua WNI ini. "Beliau akan koordinasi sekali lagi karena beliau harus pastikan dari kelompok mana ini, dan itu informasi yang saya mintakan," jelas Menlu Retno.

Dua WNI yang disandera oleh kelompok bersenjata itu adalah Ladiri Sudirman dan Badar. Tukang kayu ini diculik OPM dan dibawa ke wilayah Skouwtiau, Papua Nugini. Penculikan berawal dari peristiwa penembakan terhadap empat pekerja penebang kayu di kampung Skofro, Distrik Arso Timur, Kabupaten Keerom, Papua, Rabu (9/9/2015).

Keduanya berhasil dibebaskan pada Kamis (17/9/2015). Kini mereka sudah kembali ke keluarganya masing-masing.
 
Selain memberikan apresiasinya kepada PNG, Menlu Retno menambahkan, hubungan Indonesia dengan PNG dalam kondisi sangat baik. Untuk itu, pemerintah pun bermaksud mencoba mendirikan pusat pengajaran Bahasa Indonesia di Papua Nugini.

"Kita sedang coba mendirikan pengajaran Bahasa Indonesia. Tadi saya tanyakan udah ditentukan belum mengenai wilayahnya, di mana pengajaran itu bisa dilakukan, Menlu (PNG) berjanji akan memberikan informasi mengenai sekolah yang bisa dijadikan pilot project pengajaran Bahasa Indonesia," lanjutya.

Pertemuan Menlu Retno dengan Menlu Rimbink Pato merupakan bagian dari rangkaian bilateral yang dilakukan Menlu Retno di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB. Puluhan pertemuan bilateral dijalani oleh Menlu sejak awal pembukaan sidang.



Selain dengan PNG, Menlu Retno juga melakukan pertemuan bilateral dengan Oman. Dalam pertemuan, mantan Duta Besar Indonesia untuk Belanda itu menyampaikan apresiasinya ketika pemerintah melakukan evakuasi terhadap ribuan WNI yang berupaya keluar dari Yaman, yang dilanda perang.

Sama seperti misi dalam pertemuan bilateral lain, Menlu juha menyampaikan permintaan dukungan keanggotaan tidak tetap indonesia di Dewan Keamanan  PBB. Dukungan itu pun langsung dikonfirmasi oleh pihak Oman.

Menlu Oman Yusuf bin Alawi menyatakan, akan mendukung Indonesia, dalam pengajuan sebagai anggota DK PBB periode 2019-2020. Selain itu kedua negara juga akan meningkatkan hubungan bilateral, terutama di bidang ekonomi. Upaya ini ditunjukkan dengan rencana pembentukan forum konsultasi bilateral antara kedua negara.


(FJR)

Llorente Bertekad Bobol Gawang Juventus
Jelang Juventus vs Tottenham Hotspur

Llorente Bertekad Bobol Gawang Juventus

23 minutes Ago

Menurut agen yang juga kakak Llorente, Jesus Llorente, sang pemain bertekad untuk mencetak gol …

BERITA LAINNYA
Video /