Nasib Orang Miskin

Setelah Disuruh ke Orang Pintar, Sugito dan Anak Akhirnya Dirawat di RS

Iswahyudi    •    03 Oktober 2015 15:20 WIB
kemiskinan
Setelah Disuruh ke Orang Pintar, Sugito dan Anak Akhirnya Dirawat di RS
Sugito (kiri) dan Mufidah (kedua dari kiri) ditemui di rumahnya. Foto: MTVN/Iswahyudi

Metrotvnews.com, Kendal: Sugito, 54, warga miskin dari Dukuh Seser, Desa Parakan Sebaran RT 01/02, Kecamatan Pageruyung, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, yang menderita tumor pada kaki kanannya, akhirnya menjalani pemeriksaan kesehatan di RSUD dr. Soewondo, Sabtu (3/10/2015). 

Hal yang sama juga terjadi pada anaknya, Mufidah, 26, yang mengalami kebutaan pada matanya akibat terkena debu sejak lima tahun lalu. Keduanya datang ke RSUD dr. Soewondo didampingi Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI) Kendal yang mengantar dan menjemput mereka mengunakan mobil.

(Baca: Berobat ke Rumah Sakit Malah Disuruh ke Orang Pintar)

Ketua SRMI Kendal, Misrin, mengungkapkan keduanya menjalani pemeriksaan hampir bersamaan. Sugito diperiksa di Poli Bedah, sedangkan Mufidah menjalani pemeriksaan di Poli Syaraf.

"Kami jemput keduanya di rumah dan diantarkan ke RSUD dr Soewondo. Setelah menjalani pemeriksaan, keduanya harus menunggu hasil rontgen sebelum dioperasi," ujarnya.

Hasil rontgen menyatakan jika tumor atau daging tumbuh yang ada pada Sugito harus diangkat. Proses tersebut dapat dilakukan tanpa harus mengamputasi kakinya. "Apabila berhasil dilakukan, maka ada kemungkinan yang bersangkutan dapat sembuh dan bisa berjalan layaknya orang pada umumnya," kata Misrin.

Sedangkan hasil pemeriksaan Mufidah menyatakan ada yang salah dengan syaraf matanya, sehingga tak mampu melihat. Untuk hasil rekam medis dan penentuan tindakan yang akan diambil, baru diketahui Senin, 5 Oktober. Dikatakan, Mufidah masih memiliki harapan untuk sembuh, namun diperkirakan dalam jangka waktu yang lama.

"Mufidah harus menunggu hasil keputusan dokter karena kemungkinan harus dirujuk ke rumah sakit yang lebih representatif di luar Kendal untuk menangani penyakitnya. Dokternya tadi hanya bilang akan meminta second opinion (pendapat dari dokter lain) terlebih dulu. Senin besok diminta kembali ke RSUD dr. Soewondo," kata dia.

Menurut Misrin, keduanya menjalani pemeriksaan dengan menggunakan kartu Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) karena berasal dari keluarga tidak mampu. Diharapkan, kartu tersebut mampu membiayai seluruh pengobatan keduanya hingga sembuh.  "Jadwal operasi diberitahukan menyusul. Setelah ada kepastian hasil rekam medis dari pihak dokternya," kata dia.


(UWA)

Jika Bobol Gawang Juventus, Llorente Enggan Merayakannya
Jelang Tottenham vs Juventus

Jika Bobol Gawang Juventus, Llorente Enggan Merayakannya

1 day Ago

Striker Tottenham Hotspur, Fernando Llorente, menegaskan tidak akan merayakan jika dia mencetak…

BERITA LAINNYA
Video /