Dalang Golek Sunda-Jawa Semakin Langka

Kuntoro Tayubi    •    03 Oktober 2015 18:30 WIB
wayang
Dalang Golek Sunda-Jawa Semakin Langka
Latihan pergelaran wayang golek Sunda-Jawa Ki Wawan Cahya Putra dan karawitan Cahya Mekar. Foto: Metrotvnews.com/Kuntoro Tayubi

Metrotvnews.com, Brebes: Minimnya kaderisasi gaya pedalangan Sunda di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, menjadi alasan terjadinya krisis dalang Sunda. Demikian diungkapkan dalang Sunda Brebes asal Cikeusal Lor Brebes, Jawa Tengah, Ki Dalang Wawan Cahya Putra, saat ditemui di sela-sela latihan pergelaran wayang golek Sunda Brebes di Buara Ketanggungan.

Padahal, menurut Ki Wawan, gaya pedalangan Sunda Brebes pernah berjaya di era tahun 60-an hingga menjelang tahun 80-an. Tentang krisis dalang Sunda diamini budayawan Sunda Brebes dan sekaligus jurnalis majalah Sunda Mangle, Distam.

Lebih lanjut Distam mengatakan profesi mendalang dinilai tak lagi menguntungkan secara ekonomi. Akibatnya banyak dalang muda yang beralih menjadi wirasuara/alok (sinden pria). "Menjadi wirasuara lebih menjanjikan pada pentas organ tunggal atau seni musik," ujar Distam, kepada Metrotvnews.com, Sabtu (3/10/2015).

Sebagai upaya melestarikan gaya pedalangan Sunda Brebes, Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Brebes memberi kesempatan Ki Wawan Cucu Saputra dalam pentas tahunan di RRI Purwokerto akhir Oktober ini.

Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Brebes melalui Kabid Kebudayaan, Bambang Haryanto, menyatakan pilihan atas gaya pedalangan Sunda Brebes karena alasan langkanya dalang Sunda Brebes.

"Sekaligus membuktikan keanekaragaman gaya pedalangan di Kabupaten Brebes. Gaya Sunda melengkapi gagrak pedalangan Surakarta, Banyumasan dan Pesisiran" ujar Bambang.

Diakui, selama ini apresiasi dan pelestarian seni pedalangan masih minim. Pertama, minimnya anggaran untuk pembinaan. Kedua apresiasi tontonan masih langka di kalangan publik Brebes, khususnya generasi muda. Dan ketiga kreativitas dari para dalang yang perlu menyinkronkan dengan dinamika zaman.

Oleh karena itu, pihaknya memberi dukungan maksimal dan penguatan kelembagaan organisasi Pepadi Brebes. Di 2015 Pemkab Brebes melalui Dinparbudpora telah menginisiasi tiga pergelaran wayang, baik kulit maupun golek.


(UWA)

Suporter Bertindak Rasis, AS Roma Terancam Sanksi
Rasisme dalam Sepakbola

Suporter Bertindak Rasis, AS Roma Terancam Sanksi

2 days Ago

Suporter AS Roma tirukan suara monyet ke arah Antonio Rudiger, bek Chelsea saat kedua tim bentr…

BERITA LAINNYA
Video /