Kemendag Incar Megaproyek USD164,7 Miliar di Oman

   •    04 Oktober 2015 20:47 WIB
kementerian perdagangan
Kemendag Incar Megaproyek USD164,7 Miliar di Oman
Ilustrasi. ANT/Sigid Kurniawan

Metrotvnews.com, Jakarta: Kementerian Perdagangan (Kemendag) tengah mengincar pembangunan megaproyek di Oman dengan nilai mencapai USD164,7 miliar melalui keikutsertaan dalam pameran Infra Oman 2015 yang diselenggarakan pada 5-7 Oktober 2015 di Muskat, Oman.

"Ini peluang yang tengah diincar untuk membuka akses pasar dan meningkatkan kerja sama perdagangan kedua negara," kata Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, Nus Nuzulia Ishak sebagaimana dikutip dari Antara, Minggu (4/10/2015)

Nus mengatakan, peluang yang tengah diincar tersebut dikarenakan saat ini Oman sedang melakukan diversifikasi perekonomian melalui pembangunan industri nonmigas  dengan meningkatkan infrastruktur transportasi dan logistik di negara tersebut.

Nus menambahkan, sesuai arahan Presiden Joko Widodo untuk merambah pasar nontradisional, pemerintah Indonesia tengah mendorong terbukanya pasar ekspor produk building material dan konstruksi. Ditjen PEN menyasar produk building material dan konstruksi di negara-negara Timur Tengah dan mengincar pembangunan megaproyek di Oman itu.

Infra Oman merupakan salah satu pameran building material dan konstruksi terbesar di kawasan Timur Tengah, sehingga diharapkan keikutsertaan Indonesia dapat terus melejitkan ekspor building material ke Oman yang telah tumbuh positif 72,91 persen dalam lima tahun terakhir.

"Beberapa proyek besar Oman yang dapat dimanfaatkan perusahaan building material dan konstruksi Indonesia antara lain pembangunan rel kereta api, yang akan menghubungkan Oman dengan Uni Emirat Arab, Qatar, Bahrain, Arab Saudi, dan Kuwait. Selain itu ada proyek pelabuhan, bandar udara, kawasan industri, gedung perkantoran, dan perumahan," ujar Nus.

Oman diproyeksikan menjadi pasar kuat di bidang konstruksi. Menurut laporan tahunan survei konstruksi negara-negara kawasan Teluk milik Pinsent Masons, industri konstruksi Oman meningkat sebesar 7,72 persen setiap tahunnya selama periode 2009-2013.

Sementara itu, Indonesia masih berada di urutan ke-23 sebagai negara pemasok ke Oman. Selama lima tahun terakhir, tren perdagangan dengan Oman hanya sebesar 2,97 persen dengan nilai USD438,3 juta pada 2014.

Namun demikian, pada semester pertama 2015 ini, terjadi kenaikan surplus perdagangan sebesar 166,9 persen dari USD28,3 juta di periode yang sama setahun lalu menjadi USD75,54 juta. Dan dalam Infra Oman kali ini, Indonesia akan memboyong sepuluh perusahaan yang bergerak di bidang building material dan konstruksi.



(SAW)

Ronaldo: Real Madrid Tidak Takut PSG
Liga Champions 2017--2018

Ronaldo: Real Madrid Tidak Takut PSG

1 day Ago

Cristiano Ronaldo menegaskan dia dan rekan setimnya tidak takut jika harus berhadapan dengan Pa…

BERITA LAINNYA
Video /