28 Orang Haji Indonesia belum Bergabung dengan Kloternya

Anggitondi Martaon    •    05 Oktober 2015 08:38 WIB
28 Orang Haji Indonesia belum Bergabung dengan Kloternya
Rapat Tim Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi beserta Tim Disaster Victim Identification (DVI) Mabes Polri. Foto: Website Kementerian Agama Republik Indonesia.

Metrotvnews.com, Jakarta: Tim Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi beserta Tim Disaster Victim Identification (DVI) Mabes Polri melakukan rapat koordinasi kelanjutan identifikasi jemaah haji di Daker Makkah, Minggu (4/10/2015) malam.

Dirjen Penyelenggaran Haji dan Umrah, Abdul Djamil menjelaskan  rapat koordinasi dua tim ini dilakukan untuk membahas kelanjutan proses identifikasi jenazah jemaah haji Indonesia yang menjadi korban Mina, khususnya yang sampai saat ini belum bergabung dengan kloternya.

Rilis terakhir PPIH Arab Saudi menyebutkan bahwa masih ada 28 jemaah haji Indonesia yang dilaporkan belum kembali dan bergabung dengan kloternya. Sementara jenazah jemaah haji Indonesia yang sudah berhasil diidentifikasi sampai dengan Minggu pagi berjumlah 95 orang. Selain itu, tim PPIH juga berhasil mengidentifikasi 5 jenazah warga Negara Indonesia (WNI) yang mukim di Arab Saudi.

"Kami terus-menerus akan melakukan proses-proses untuk memperoleh kejelasan terhadap saudara-saudara kita yang hingga saat ini belum bergabung dengan kloternya melalui upaya kita menyisir rumah sakit yang ada di Makkah, Thaif, termasuk juga yang di Jeddah. Dan yang tidak kalah pentingnya adalah melakukan proses-proses untuk mengetahui lebih lanjut pada kantor yang menangani kondisi darurat di Muashim," ungkap Abdul Djamil dalam kesempatan jumpa pers di Daker Makkah, Minggu malam.

Menurutnya, proses identifikasi memerlukan waktu lantaran membutuhkan profesionalitas  dalam mengidentifikasi jamaah yang menjadi korban di Mina.

"Rapat koordinasi pada malam hari ini akan dilanjutkan dengan kegiatan-kegiatan berikutanya pada bidang-bidang dan pusat-pusat yang diharapkan bisa memperoleh dan mendapatkan informasi yang dibutuhkan," lanjut Djamil.

Djamil kembali optimis pihaknya akan memperoleh informasi yang lebih jelas dengan adanya 10 personel dari tim DVI Mabes Polri yang bergabung dan akan bekerja secara sinergis. Rasa optimis tersebut ditambah lantaran tim DVI Mabes Polri memperoleh akses langsung ke semua rumah sakit di Arab Saudi sehingga bisa leluasa bekerja pada masalah-masalah yang dihadapi.

Dalam kesempatan yang sama, ketua Tim DVI Mabes Polri Kombes Pol Mas’udi mengatakan bahwa kedatangan Tim DVI yang berjumlah 10 personel ini ditugaskan Kaporli dalam rangka mengidentifikasi korban peristiwa Mina, terutama WNI. Tim DVI ini terdiri dari para ahli forensik, ahli DNA, dan ahli finger print. Mas’ud mengaku bahwa tim DVI sudah  diberi akses seluas-luasnya oleh Pemerintah Arab Saudi untuk masuk ke beberapa rumah sakit di Jeddah untuk mengidentifikasi beberapa WNI yang ada di sana.

"Hari ini kami mengidentifikasi beberapa pasien yang ada di rumah sakit tersebut. Ada yang dalam keadaan koma, sakit, ada juga pasien yang dalam keadaan sadar. Sore tadi baru selesai dan masih perlu asesmen lagi. Malam  ini kita melakukan rapat teknis untuk membahas capaian yang sudah diperoleh sampai hari ini," jelas Mas’udi.

Mas’udi mengatakan bahwa Tim DVI akan berusaha secepatnya untuk dapat mengidentifikasi jenazah yang ada.

Terkait data antemortem, Mas’udi mengaku akan memanfaatkan data yang ada di Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Kementerian Agama. Menurutnya, data Siskohat yang mencakup nama, alamat, sidik jari, nomor pasport,dan nomor visa jamaah sudah cukup untuk dijadikan sebagai data awal.

"Saya kira itu sudah lengkap. Seandainya kalau itu nanti kita ambil dan kita butuhkan untuk kita cocokan dengan data yang ada, maka Insya Allah akan lancar," tandas Mas’udi.
(DEN)

Rekam Jejak Indonesia di Piala Asia U-16
Timnas U-16

Rekam Jejak Indonesia di Piala Asia U-16

14 hours Ago

Terhitung dari 17 kali penyelenggaraan yang sudah berlangsung. Indonesia hanya mampu lolos ke p…

BERITA LAINNYA
Video /