Marwan Jafar: Kasus Salim Kancil Cerminan Buruknya Pengelolaan Pertambangan di Desa

Mohammad Adam    •    05 Oktober 2015 17:10 WIB
salim kancil
Marwan Jafar: Kasus Salim Kancil Cerminan Buruknya Pengelolaan Pertambangan di Desa
Marwan Jafar. (Foto: Dokumentasi Kementerian Desa, Pembanguan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi)

Metrotvnews.com, Jakarta: Kasus pembunuhan Salim Kancil membuktikan bahwa pemanfaatan tata kelola sumber daya alam seperti pertambangan di desa masih belum dikelola secara baik dan profesional.

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Marwan Jafar turut menaruh perhatian terhadap permasalahan tersebut. Menurut dia, pembunuhan Salim Kancil sebagai seorang aktivis yang mengkritisi proses penambangan di Desa Selo Awar-awar, Kabupaten Lumajang, membuktikan bahwa pengelolaan pertambangan tidak dikelola secara baik dan hanya menguntungkan beberapa pihak saja.

"Pengelolaan sumber daya alam di desa memang perlu di tata secara profesional dan menguntungkan semua masyarakat desa. Jangan sampai ada pengelolaan sumberdaya alam seperti pertambangan yang hanya menguntungkan kepala desa saja," ujar Marwan dalam keterangan tertulis, Senin (5/10).

Pengelolaan sumber daya alam seperti pertambangan, ia menambahkan, harus dikelola secara bersama agar manfaatnya bisa dirasakan oleh seluruh masyarakat.

"Bisa dikelola secara bersama oleh Masyarakat melalui BUMDes, ataupun usaha kelompok lainnya yang difasilitasi oleh pemerintahan desa, sehingga manfaatnya juga bisa dirasakan bersama," kata dia.

Ia menjelaskan BUMDes sebagai wadah penguatan ekonomi pedesaan tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat desa, akan tetapi juga bertujuan untuk meningkatkan nilai-nilai sosial dan tradisi gotong royong antar masyarakat yang saat ini sudah mulai terkikis.

"Dengan adanya BUMDes, masyarakat bisa sama-sama saling memiliki dan menjaga aset yang dimiliki oleh desa. Tidak hanya sekedar berorientasi pada materi yang mementingkan sebagian kelompok saja," imbuhnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Salim Kancil merupakan petani yang  vokal menolak kegiatan penambangan pasir di Desa Selo Awar-Awar, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Kapolres Lumajang Ajun Komisaris Besar Fadly Munzir Ismail mengatakan pembunuhan itu dilatarbelakangi perselisihan antara para petani yang produksi pertaniannya rusak akibat kegiatan penambangan dan warga yang mencari nafkah dengan menambang pasir.

Menurutnya, sekelompok warga propenambangan pasir diduga menganiaya Salim, dikenal sebagai Salim Kancil pada Sabtu (26/09) pagi.

Selain Salim, beberapa orang diduga menganiaya Tosan, petani yang juga menentang aktivitas penambangan pasir. Tosan luput dari maut dan dibawa ke rumah sakit dalam kondisi kritis.


(ADM)


Adam Lallana tak Dendam kepada Southgate
Timnas Inggris

Adam Lallana tak Dendam kepada Southgate

2 weeks Ago

Adam Lallana merasa Gareth Southgate sudah melakukan keputusan tepat dengan tidak memanggilnya …

BERITA LAINNYA
Video /