September, Nilai Efek Syariah Naik Jadi Rp2.721 Triliun

Dian Ihsan Siregar    •    05 Oktober 2015 19:15 WIB
pasar modal syariah
September, Nilai Efek Syariah Naik Jadi Rp2.721 Triliun
Ilustrasi. FOTO: ANTARA/Yudhi Mahatma

Metrotvnews.com, Padang: Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat total nilai efek syariah mencapai Rp2.721 triliun, atau setara 34 persen dari total nilai efek yang mencapai Rp8.063 triliun hingga akhir September 2015.

"Capital market syariah kita naik dari 13 persen ke 20 persen. Ini signal menarik, karena memang tren terus tumbuh," ucap Direktur Peng‎embangan BEI Nicky Hogan, ketika ditemui dalam acara workshop wartawan pasar modal 2015 'Meningkatkan Daya Saing Global', di Hotel Mercure, Padang, Senin (5/10/2015).

‎Adapun efek syariah dalam bentuk saham market capitalization (market cap) di pasar modal sebesar 56 persen atau mencapai sebesar Rp2.449 triliun dari total nilai efek saham Rp4.375 triliun per 30 September 2015. Sedangkan, jumlah efek saham sebesar 318 efek saham, atau setara 62 persen dari total efek saham yang mencapai 517 efek.

Selain itu, jumlah efek reksa dana syariah hanya sebesar 85, dari total reksa dana sebesar 1.011 efek. Artinya, reksa dana syariah hanya memiliki porsi delapan persen dari total keseluruhan. NAB reksadana syariah hanya sebesar 11, dari total 256 NAB.

"Untuk sukuk korporasi sebanyak 41 efek, atau setara 10 persen dari total 406 efek dengan outstanding senilai Rp8 triliun dari total Rp251 triliun. Sukuk negara 29 efek, atau 23 persen dari keseluruhan yang sebanyak 124 efek. Dengan nilai Rp253 triliun dari total outstanding Rp3.181 triliun," jelas dia.

Lima tahun terakhir ini, dia menambahkan, saham syariah mengalami peningkatan 34,14 persen, atau setara 81 saham dari 237 saham di 2011 menjadi 318 saham di tahun ini.

"Ada perkembangan selama empat tahun, dari 2011 ke 2015 ada tambahan saham syariah," pungkas dia.


(AHL)


Video /