Kemendag Yakin TSP II Bakal Genjot Ekspor

Husen Miftahudin    •    06 Oktober 2015 16:54 WIB
produk dalam negeri
Kemendag Yakin TSP II Bakal Genjot Ekspor
Illustrasi Ekspor. ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf

Metrotvnews.com, Jakarta: Trade Support Programme (TSP) II yang terselenggara atas kerjasama Kementerian Perdagangan (Kemendag) dan Uni Eropa diyakini akan membantu meningkatkan kinerja ekspor Indonesia. Pasalnya, program tersebut menitikberatkan pada peningkatan kualitas produk ekspor sesuai standar mutu internasional.

Direktur Jenderal Standardisasi dan Perlindungan Konsumen (SPK) Widodo mengakui hal tersebut. Menurut dia, saat ini konsumen memiliki kesadaran terhadap produk berkualitas yang diproduksi dengan memperhatikan kesehatan, keamanan, keselamatan, dan lingkungan (K3L).

"Standar mutu produk ekspor harus terus dibenahi karena jumlah konsumen yang sadar terhadap kualitas terus meningkat setiap tahun. Ini jadi tuntutan kepada produsen dan eksportir untuk meningkatkan kualitas produknya," ujar Widodo dalam Pameran Pencapaian dan Penutupan EU-Indonesia Trade Support Programme II, di Hotel Bidakara, Jalan Jenderal Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Selasa (6/10/2015).

Dia menambahkan TSP II dapat menyokong program nawacita presiden dengan peningkatan ekspor melalui database produk unggulan kita ke Eropa, RRT dan beberapa negara tujuan ekspor Indonesia. 

Widodo menjelaskan, database tersebut dapat dilihat di Indonesia Technical Requirement Information System (INATRIMS/inatrims.kemendag.go.id). Dalam situs tersebut berisi informasi tentang standar dan persyaratan teknis negara tujuan ekspor. Informasi difokuskan pada 10 produk ekspor utama Indonesia, yaitu tekstil, elektronik, karet dan produk karet, sawit, hasil hutan, alas kaki, otomotif, udang, kakao, dan kopi. 

Tak hanya itu, lanjutnya, dalam situs tersebut juga terdapat informasi tentang 10 produk ekspor potensial seperti kulit dan produk kulit, peralatan medis, tanaman obat, makanan olahan, minyak astiri, ikan, kerajinan, perhiasan, rempah-rempah, dan produk alat tulis nonkertas.

"Saat ini INATRIMS sudah mencakup informasi pasar Uni Eropa, Tiongkok, dan Korea Selatan. Nanti menyusul Uni Emirat Arab, USA dan negara-negara lainnya," jelas Widodo.

TSP II difokuskan kepada tujuh kementerian/lembaga terkait, yaitu Kemendag, Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Kementerian Pertanian  (Kementan), Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Badan Standardisasi Nasional dan Komite Akreditasi Nasional, serta Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).



(SAW)

Hadapi Barcelona, Chelsea Harus Tampil 120%
Jelang Chelsea vs Barcelona

Hadapi Barcelona, Chelsea Harus Tampil 120%

1 hour Ago

Pelatih Chelsea Antonio Conte tidak memungkiri bahwa laga melawan Barcelona akan jadi laga yang…

BERITA LAINNYA
Video /