Pemerintah Kaji Empat Disinsentif Ekonomi Bagi Pembakar Hutan

Desi Angriani    •    06 Oktober 2015 23:54 WIB
Pemerintah Kaji Empat Disinsentif Ekonomi Bagi Pembakar Hutan
Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki/ANT/Widodo S Jusuf

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah tengah mengkaji empat bentuk disinsentif ekonomi bagi para pembakar hutan. Kebijakan tersebut segera dituangkan dalam bentuk perubahan Undang-Undang atau Perppu.

"Kebakaran hutan dengan motif ekonomi ini yang tidak akan pernah bisa dihentikan. Harus ada disinsentif ekonomi. Dicabut saja pasalnya lewat Perppu. Jadi tidak ada lagi pasal yang membolehkan warga membakar," kata Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki di Istana Negara, Jalan Veteran, Jakarta, Selasa (6/10/2015).

Ada empat disinsentif ekonomi bagi pembakar hutan. Pertama, pencabutan izin guna lahan. Kedua, ada ketentuan di mana lahan yang sudah dibakar tidak diperkenankan sebagai jaminan untuk meminta kredit perbankan.

"Ketiga, lahan yang sudah dibakar tidak boleh diperjualbelikan. Keempat, korporasi yang terbukti melakukan pembakaran lahan tak boleh lagi terlibat dalam bisnis di sektor perkebunan dan kehutanan," beber Teten.

Kebijakan itu, lanjut Teten, dimaksudkan untuk memberikan efek jera bagi para pengusaha yang gemar membakar hutan.

"Ide ini sudah didialogkan dengan para pengusaha perkebunan, dan kelihatannya mereka cukup takut dengan ide ini," pungkas dia.
(AZF)

Hadapi Barcelona, Chelsea Harus Tampil 120%
Jelang Chelsea vs Barcelona

Hadapi Barcelona, Chelsea Harus Tampil 120%

10 hours Ago

Pelatih Chelsea Antonio Conte tidak memungkiri bahwa laga melawan Barcelona akan jadi laga yang…

BERITA LAINNYA
Video /