Cadangan Devisa Kian Tergerus karena Kebutuhan Dolar Bengkak

Suci Sedya Utami    •    08 Oktober 2015 07:59 WIB
cadangan devisa
Cadangan Devisa Kian Tergerus karena Kebutuhan Dolar Bengkak
Ilustrasi -- ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

Metrotvnews.com, Jakarta: Posisi cadangan devisa Indonesia makin menurun. Tercatat pada September menjadi USD101,7 miliar dari sebelumnya USD105,3 miliar.

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Mirza Adityaswara mengatakan, cadangan devisa memang digunakan BI untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah pada September yang mengalami tekanan cukup dalam.

Rupiah, kata Mirza, bulan lalu tertekan oleh ketidakpastian yang dibuat bank sentral AS dengan rencana kenaikan suku bunga Fed. Dia mengatakan, September, ekspektasi orang di pasar keuangan cukup besar menunggu kepastian dalam rapat dewan gubernur Fed (FOMC) menaikan suku bunga.

"Jadi BI harus masuk untuk stabilisasi karena tugasnya BI ya jaga stabilisasi. September juga BI masuk stabilisasi pasar SBN. Cadangan devisa kalau turun jumlah yang cukup besar, ya dipakai stabilisasi, demi stabilitas negeri ini," kata Mirza, saat ditemui di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (7/10/2015) malam.

Selain itu, lanjut Mirza, September merupakan bulan kuartal, di mana biasanya jatuh tempo bayar utang valas sehingga kebutuhan akan dolar banyak namun suplai dolar di dalam negeri sedikit.

"Jadi demand-nya besar dan suplai yang mau dikonversi menjadi rupiah itu juga dari eksportir ya tetap kecil hanya sekitar 10 persen sampai dengan 12 persen total ekspor yang dikonversi rupiah," pungkasnya.


(AHL)

Video /