Saka Energi Temukan Cadangan Minyak 300 Juta Barel

Husen Miftahudin    •    08 Oktober 2015 14:14 WIB
minyak
Saka Energi Temukan Cadangan Minyak 300 Juta Barel
Tumbur Parlindungan dari Saka Energi Indonesia. MTVN/Husen Miftahudin

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Saka Energi Indonesia melalui anak usahanya, Saka Indonesia Pangkah Limited (SIPL) berhasil menemukan cadangan minyak di wilayah kerja Pangkah Production.

Sharing Contract (PSC), lepas pantai utara Jawa Timur. Diperkirakan, total temuan cadang minyak di sumur eksplorasi Sidayu mencapai sebanyak 300 juta barel. Chief Operating Officer Saka Energi Indonesia Tumbur Parlindungan mengungkapkan, penemuan cadangan baru tersebut dari hasil pemboran sumur eksplorasi Sidayu-3, Pangkah PSC dengan menggunakan COSL rig pada 17 Juli 2015 lalu. Pada saat pemboran, jelas dia, dilakukan uji kandung lapisan pertama (DST-1) lapisan Ngimbang Karbonat dan menghasilkan minyak.

"Pada uji kandung lapisan kedua (DST-2) reservoir Kujung-III menghasilkan gas dan uji kandung lapisan ketiga (DST-3) pada lapisan Kujung-I menghasilkan minyak. Sedangkan lapisan Kujung-I di sumur eksplorasi pertama Sidayu-1 yang dibor pada tahun 2001 menghasilkan minyak," ujar Tumbur dalam Energy Lunch Saka Energi di Kawasan SCBD, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Kamis (8/10/2015).

Menurut dia, hasil uji produksi tersebut membuka peluang keberadaan migas pada lapisan Ngimbang Karbonat yang membentang dari Prospek Ronggolawe di timur laut sampai Prospek Tambakboyo di barat Sidayu y, meliputi wilayah sekitar 10 ribu hektare (ha).

"Keberhasilan eksplorasi ini juga meningkatkan keyakinan bahwa cadangan migas yang signifikan masih mungkin ditemukan di Indonesia saat ini. Di tengah kelesuan industri migas karena harga minyak yang rendah, keberhasilan Saka Energi merupakan pemicu kesinambungan upaya eksplorasi nasional yang seharusnya tidak pernah berhenti," papar dia.

Produksi Saka Energi Indonesia saat ini baik gas bumi maupun minyak bumi sekitar 30 ribu barel oil equivalen per day (BOEPD) yang berasal dari Blok Pangkah, Blok South East Sumatera, Blok Ketapang dan Lapangan Gas Fasken di Texas Amerika.

"Di Blok Pangkah Pantai Utara, Saka menguasai 100 persen, sedangkan di Blok South East Sumatera 8,9 persen, Blok Ketapang 20 persen dan di Fasken Texas 36 persen. Terkait lapangan Gas Fasken, Texas, saat ini rata-rata produksi sebesar 190 milion standard cubic feet per day (MMSCFD) dan sesuai target 2015," pungkas Tumbur.

 


(SAW)

Video /