Warga Bidara Cina Dapat Arahan Bongkar Sendiri Huniannya

Ilham wibowo    •    08 Oktober 2015 17:35 WIB
penggusuran kampung pulo
Warga Bidara Cina Dapat Arahan Bongkar Sendiri Huniannya
Ilustrasi--MI/Galih Pradipta

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah Provinsi DKI tak lama lagi akan menggusur kawasan Bidara Cina, Jakarta Timur. Pihak Kecamatan dan Kelurahan sudah meminta agar warga membongkar sendiri huniannya.

"Ada arahan dari pihak Kecamatan dan Kelurahan untuk membongkar lalu dijual sendiri. Tapi saya masih mau berjuang dulu agar tuntutan warga diberikan pemerintah," tutur Rohayati, 59, warga RT 7 RW 14 Kelurahan Bidara Cina saat berbincang dengan Metrotvnews.com, Kamis (8/10/2015).

Arahan agar membongkar huniannya sendiri. Arahan ini dimaksud, agar warga bisa menjual kembali material rumah sebelum diratakan paksa dengan alat berat.

Warga Bidara Cina lain, Sarah, 39, berniat akan membongkar sendiri huniannya yang dilalui proyek sodetan Ciliwung menuju Kanal Banjir Timur. Sebab, ia khawatir waktu yang diberikan pemerintah tidak cukup untuk melakukan pembongkaran.

"Tapi yang penting selamatkan dulu keluarga, di sini ada sepuh sama bayi. Kita juga takut sudah mulai musim hujan, barang-barang terendam," ucapnya.

Sarah menuturkan, ia tak ingin berakhir bentrok seperti di wilayah Kampung Pulo beberapa pekan silam. Ia dan keluarganya pun bersiap pindah ke Rusunawa Cipinang Besar Selatan. "Ini atas dasar keinginan saya sendiri. Tanggal 2 Oktober kemarin sudah ambil kunci Rusunawa. Baju dan perabotan sudah disiapkan untuk persiapan pindah," tuturnya.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melanjutkan penggusuran permukiman penduduk di bantaran Kali Ciliwung dan kawasan yang akan dibangun sodetan. Setelah Kampung Pulo, kawasan Bidara Cina, Cawang, Jakarta Timur, akan digusur dalam waktu dekat.
 
"Tetap kita bongkar. Minimal saya kira kalau enggak bulan ini, bulan depan pasti kita bongkar. Karena kita tidak bisa tunda lagi," kata Gubernur DKI Jakarta Basuki `Ahok` Tjahaja Purnama di Gedung DPRD, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa 8 September lalu.
 
Ahok minta salah satu pemilik tanah di daerah Bidara Cina, Hengki Saputra, menyelesaikan sengketa tanah dengan warga secara kekeluargaan. Dari kesepakatan yang ada, Pemprov DKI akan mengganti tanah Hengki yang bersertifikat.

Ahok juga pun berjanji membayar uang kerohiman kepada warga sebesar 50 persen agar warga dapat mencari tanah di daerah lain. Setelah proses pendataan warga rampung, Pemprov DKI baru akan melunasi sisa ganti rugi.

"Ini kepentingan orang banyak kan. Saya juga tidak mau secara politik saya terpilih kembali 2017 lalu saya baik-baikin mereka supaya tetep pilih saya. Lalu proyek ini terbengkalai, 2017 baru dimulai. Kita tidak mau, ini sudah terlambat dari 14 bulan selesai. Sekarang sudah molor bisa-bisa 20 bulan," ujar Ahok di lokasi.

Pembangunan sodetan di daerah itu terhambat karena warga belum direlokasi. Sodetan diperlukan untuk mengatasi banjir yang kerap terjadi akibat meluapnya arus Kali Ciliwung. Pembangunan sodetan di daerah itu bertujuan untuk menghubungkan Sungai Ciliwung dan Sungai Cipinang.


(YDH)

Hasil Lengkap Liga Champions Hari Ini
Liga Champions 2017--2018

Hasil Lengkap Liga Champions Hari Ini

16 minutes Ago

Pertandingan lanjutan penyisihan grup Liga Champions musim ini kembali digelar, Rabu 22 Novembe…

BERITA LAINNYA
Video /