Masinton Serahkan Nota Dinas Dugaan Gratifikasi Lino

Renatha Swasty    •    08 Oktober 2015 18:37 WIB
kasus korupsi
Masinton Serahkan Nota Dinas Dugaan Gratifikasi Lino
Anggota Komisi III DPR dari Fraksi PDI Perjuangan Masinton Pasaribu (tengah) tiba untuk menyerahkan laporan pengaduan masyarakat di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (22/9).ANT/Sigit Kurniawan

Metrotvnews.com, Jakarta: Politikus PDI Perjuangan Masinton Pasaribu melengkapi laporan terkait dugaan pencurian dokumen yang diadukan Direktur Utama PT Pelindo II R.J. Lino. Laporan diserahkan ke Bareskrim Polri.

"Hari ini melengkapi saja beberapa. Yang dibawa nota dinas, ya nota dinas dari Dirut Pelindo II untuk perabot rumah dinas Menteri BUMN senilai Rp200 juta," kata Masinton di Mabes Polri, Kamis (8/10/2015).

Masinton dilaporkan balik Lino. Dia dituduh mencuri dokumen milik Pelindo II. Tapi, Masinton menampik. Dia kukuh mengaku, mendapat dokumen dari masyarakat yang kemudian diteruskan ke Komisi Pemberantasan Korupsi.

(Baca: Lino Laporkan Masinton dan Karyawan JICT ke Bareskrim)

"Itu tidak ada rahasianya, itu perusahaan milik negeara. Tidak ada sifat surat itu rahasia. Tidak ada tulisan confidential atau apa ya. Atau rahasia, dan itu nota dinas biasa. Ada transfer rekening bank juga di sana. Saya fotocopy disampaikan ke KPK," terang Masinton.

Perseteruan dua orang itu bermula ketika Masinton melaporkan Lino ke KPK. Lino, menurut Masinton, diduga memberikan gratifikasi kepada Menteri BUMN Rini Soemarno, berupa perabot senilai Rp200 juta.

Lino tak diam. Dia lalu melaporkan balik Masinton ke Bareskrim. Tuduhannya, Masinton telah mencuri laporan pembelian perabotan tersebut.


(ICH)

Ronaldo: Real Madrid Tidak Takut PSG
Liga Champions 2017--2018

Ronaldo: Real Madrid Tidak Takut PSG

3 days Ago

Cristiano Ronaldo menegaskan dia dan rekan setimnya tidak takut jika harus berhadapan dengan Pa…

BERITA LAINNYA
Video /