Perang Tarif Pajak Lawan Singapura, RI Takkan Menang

Suci Sedya Utami    •    08 Oktober 2015 22:29 WIB
pajak
Perang Tarif Pajak Lawan Singapura, RI Takkan Menang
Pengamat perpajakan Yustinus Prastowo (kanan)

Metrotvnews.com, Jakarta: Perang tarif pajak jadi perbincangan sebagai salah satu strategi untuk menarik kembali dana-dana milik masyarakat Indonesia yang diparkir di luar negeri.

Indonesia sendiri sudah sering menerapkan penurunan tarif pajak mulai dari 1994, 2000, 2008 dan rencananya pemerintah akan menurunkannya kembali.

Namun, Pengamat Pajak Yustinus Prastowo menilai penerapan tarif rendah tak akan memberi efek untuk Indonesia, lebih lagi jika disejajarkan dengan negara tetangga, Singapura.

Menurutnya, dalam teori ekonomi tarif pajak diturunkan akan mendorong investasi, karena pajak dianggap barrier maka ketika investasi bertambah imbasnya ke penerimaan negara akan meningkat.

"Tapi enggak terbukti di Indonesia. Kita turunkan berapa kali, malah penerimaan ikut turun meski secara nominal naik, artinya tax based kita erosi mengalami penggerogotan atau base erosion profit shifting (BEPS), " kata dia di Jakarta, Kamis (7/10/2015).

Hal tersebut, kata Pras, tidak dipahami Menteri Keuangan yang menilai perang tarif melalui pemangkasan tarif tak masalah diterapkan.

Dia menjelaskan, Singapura selama ini menjadi tujuan profit shifting karena adanya BEPS tersebut. Strategi itu yang dipertahankan Singapura. Menurutnya, jika mau bertarung dengan Singapura terkait tarif rendah, jawabannya Indonesia akan kalah.

Pasalnya, Negeri Singa tersebut memainkan tax deduction sebagai insentif. Contohnya, ketika kita membawa investor masuk ke Singapura, paling tidak dengan nilai investasi Rp100 miliar. Maka Singapura akan memberikan deduction berupa pengurangan pajak berupa biaya sebesar 400 persen dari nilai investasi tersebut.

"Turunkan tarif jelas enggak bisa, karena Singapura tarifnya 17 persen. Kita masih besar. Apa bisa Indonesia berkompetisi dengan Singapura? Enggak bisa. Maka kompetisi pajak bukan strategi tepat," ujarnya.

Maka, lanjutnya, perlu strategi lain yakni kordinasi pajak dengan negara-negara lain seperti Thailand, Filipina, Vietnam.

"Kalau Thailand, Filipina, Vietnam mau kordinasi, itu akan menekan Singapura, jadi jangan main di tarif. tapi kita pakai cara kerjasama bilateral atau regional," pungkasnya.



(MEL)

Rekam Jejak Indonesia di Piala Asia U-16
Timnas U-16

Rekam Jejak Indonesia di Piala Asia U-16

3 days Ago

Terhitung dari 17 kali penyelenggaraan yang sudah berlangsung. Indonesia hanya mampu lolos ke p…

BERITA LAINNYA
Video /