Warga Belum Minat Gunakan Bajaj Online

Damar Iradat    •    09 Oktober 2015 14:10 WIB
bajaj online
Warga Belum Minat Gunakan Bajaj Online
Aplikasi bajaj online. (Foto: MI/Atet Dwi)

Metrotvnews.com, Jakarta: Warga Ibu Kota belum berminat menggunakan bajaj online. Selain belum familiar, daya jangkau kendaraan roda tiga itu terbatas.
 
Dafi, 25, warga Jakarta, mengakui baru mendengar bajaj online. Ia ragu bajaj online bisa menandingi ojek online.
 
"Gue baru dengar itu bajaj online. Emang itu (sopir) bisa jalan ya online? Karena tukang bajaj sekitar rumah gua saja tua-tua. Gimana ngajarinnya?" kata Dafi kepada Metrotvnews.com, Jumat (9/10/2015).
 
Hal serupa diungkapkan Cinta, 24. Ia pun tak begitu berminat menggunakan layanan tersebut.
 
"Gua sih pribadi enggak minat, mending naik taksi. Bajaj jangkauannya juga gak luas, banyak yang dilarang," kata Cinta.
 
Ia mengaku belum tahu tarif yang diberikan bajaj online. Namun, untuk akses yang lebih cepat, ia memilih ojek online. "Kalau ojek bisa cepat sampai dibanding naik roda empat atau roda tiga. Kena macet parah," tuturnya.
 
Bajaj online resmi diluncurkan Pemprov DKI Jakarta pada Rabu 7 Oktober. Namun, baru ada 200 unit yang berbasis aplikasi.


(FZN)


Video /